RSUD Komodo Labuan Bajo Kembali Beroperasi Normal Pascagempa

  • 31 Agt 2026 10:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - RSUD Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, kembali membuka seluruh layanan poliklinik untuk masyarakat mulai Senin 31 Agustus 2026, setelah sempat menghentikan sebagian layanan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pagi.

Pantauan RRI di RSUD Komodo, sejumlah poliklinik telah kembali melayani pasien. Meski demikian, aktivitas pelayanan sementara masih dipusatkan di lantai satu dan dua dengan menggunakan tangga darurat. Lift belum dioperasikan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan dan gangguan listrik.

Sejumlah ruangan di lantai satu yang sebelumnya digunakan untuk registrasi dan ruang tunggu kini dimanfaatkan sebagai ruang ICU dan ruang perawatan pasien. Sementara itu, tenda pelayanan gawat darurat yang sebelumnya digunakan untuk penanganan pasien masih berdiri di halaman rumah sakit, namun sudah tidak terdapat pasien di dalamnya. Tenda tersebut sementara dimanfaatkan keluarga pasien untuk beristirahat.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Komodo, Paulus Ndarung, mengatakan seluruh layanan poliklinik telah dibuka kembali. Sementara untuk pasien rawat inap, pihak rumah sakit berencana mengembalikan pelayanan ke ruang perawatan di lantai tiga dan empat dalam dua hingga tiga hari ke depan.

“Semua poli dibuka kembali. Untuk pelayanan poliklinik kita sudah buka. Hanya untuk pasien rawat inapnya, dua-tiga hari ini baru kita akan kembalikan ke ruang rawat lantai tiga dan lantai empat,” ujar Paulus kepada media, Senin pagi.

Menurutnya, berdasarkan hasil penilaian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), struktur bangunan RSUD Komodo dinyatakan layak untuk dihuni. Namun, pihak rumah sakit masih mempertimbangkan faktor psikologis pasien dan tenaga kesehatan yang masih khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.

Paulus juga menjelaskan, untuk sementara seluruh pasien rawat inap masih ditempatkan di lantai satu dan tidak lagi dirawat di tenda. Ruang pendaftaran yang sebelumnya berada di ruang admisi juga telah dipindahkan ke area depan PONEK, sedangkan pelayanan poliklinik dilakukan di lantai dua.

“Sudah kembali normal. Untuk tenda-tenda ini tinggal nanti dibongkar,” katanya.

Sementara itu, Salah seorang keluarga pasien, Ramli (63), warga Desa Nanga Lili, Kecamatan Lembor Selatan, mengaku bersyukur RSUD Komodo kembali memberikan pelayanan. Ia datang ke rumah sakit untuk mengantar istrinya menjalani kontrol kesehatan sesuai jadwal yang diberikan pihak rumah sakit.

Ramli mengaku berada di RSUD Komodo saat gempa terjadi pada 15 Agustus 2026. Saat itu, istrinya tengah menjalani perawatan dan sempat dievakuasi ke tenda darurat selama dua hari.

“Alhamdulillah, kami merasa bersyukur kepada Allah bahwa rumah sakit ini sudah bisa dibuka kembali untuk melayani para pasien, baik untuk rawat inap maupun kontrol kesehatan,” ujar Ramli.

Ia juga mengapresiasi respons petugas rumah sakit saat gempa terjadi. Menurutnya, petugas keamanan, perawat, serta keluarga pasien bekerja sama mengevakuasi pasien ke tempat yang lebih aman.

“Petugas, baik security maupun para perawat dan keluarga pasien saling membantu untuk mengevakuasi para pasien. Mereka menjalankan tugas masing-masing dan kinerjanya cukup bagus dalam pelayanan,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....