Pengungsi Gempa Reok Kesulitan, Tiga Toilet Portabel Tak Bisa Digunakan
- 21 Agt 2026 04:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Fasilitas sanitasi di posko pengungsian korban gempa Barang Kolong di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menjadi persoalan. Tiga toilet portabel yang tersedia di lokasi belum dapat digunakan oleh para pengungsi.
Dari pantauan RRI di lokasi, terdapat tiga toilet portabel di posko pengungsian. Namun, ketiganya tidak dapat digunakan. Satu unit di antaranya mengalami penyumbatan atau mampet, sementara dua unit lainnya belum berfungsi.
Camat Reok, Rita Udin, mengatakan toilet portabel tersebut merupakan bantuan yang sebelumnya diantar ke lokasi, namun tidak disertai tenaga teknis untuk melakukan pemasangan dan memastikan fasilitas tersebut dapat digunakan.
“Toilet portabel yang dibantukan dari Pertamina kemarin, mereka hanya antar alatnya, tetapi tidak disertakan dengan orang teknis yang pasang. Akhirnya sekarang praktis untuk posko ini tidak ada toilet,” ujar Rita saat ditemui di Posko Barang Kolong, Manggarai, Kamis 20 Agustus 2026 malam.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup menyulitkan karena posko pengungsian telah memasuki hari kelima. Pihak kecamatan juga masih kebingungan mengenai pihak yang bertanggung jawab untuk menangani fasilitas MCK di lokasi pengungsian.
“Itu dikasih sama orang, sumbang. Tiga, tapi tidak berfungsi. Kita juga bingung mau tanya ke siapa ini MCK, toilet,” katanya.
Kondisi ini membuat pengungsi harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sanitasi. Berdasarkan pantauan RRI, sejumlah pengungsi yang hendak buang air atau mandi memilih kembali ke rumah masing-masing.
Sementara pengungsi yang rumahnya cukup jauh dari posko memilih menumpang di rumah keluarga atau kerabat yang berada di sekitar lokasi pengungsian. Kondisi tersebut dilakukan karena fasilitas toilet dan MCK di posko belum dapat digunakan.
Selain persoalan sanitasi, Rita menyebut kebutuhan air minum kemasan dan air bersih untuk memasak di posko masih memadai. Sementara kebutuhan makanan masih dipenuhi melalui dapur darurat yang hingga kini telah digunakan selama lima hari.
Pihaknya berharap, persoalan fasilitas MCK segera mendapat penanganan agar kebutuhan dasar para pengungsi selama berada di posko dapat terpenuhi, terutama untuk menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa tanggap darurat gempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....