Lima Hari di Tenda, 100 Pengungsi Sambi Rampas Masih Kekurangan Kebutuhan Pokok
- 19 Agt 2026 09:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Lima hari sudah Saria bersama sekitar 100 warga lainnya bertahan di tenda pengungsian Paci Panda, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah kondisi rumah yang rusak akibat gempa, warga masih berupaya memenuhi kebutuhan makan sehari-hari secara mandiri.
Saria mengatakan bantuan yang diterima warga baru dua kali. Bantuan pertama diterima pada 15 Agustus 2026, sementara bantuan kedua diterima pada Rabu, 19 Agustus 2026. Bantuan kedua dinilai cukup membantu, meski harus memenuhi kebutuhan sekitar 100 pengungsi, termasuk anak-anak dan lansia.
Pada bantuan kedua, setiap keluarga menerima 10 butir telur, dua kilogram beras, tiga bungkus biskuit, empat bungkus mi instan, satu liter minyak goreng, satu bungkus kopi dan satu kaleng susu. Sebelumnya, pada bantuan pertama, warga juga telah menerima sejumlah bahan makanan, namun persediaan tersebut terus berkurang selama berada di pengungsian.
“Di sini ada sekitar 100 orang dengan anak-anak mulai usia dua tahun. Pampers yang dibagikan hanya dua lembar per anak, sementara susu anak sebelumnya belum ada,” ujar Saria kepada RRI, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurutnya, kebutuhan yang masih sangat mendesak saat ini adalah beras, air minum, minyak goreng, telur, mi instan, pampers untuk anak dan lansia, susu anak serta selimut. Kebutuhan selimut menjadi penting karena sebagian warga kehilangan rumah, sementara sebagian lainnya masih memiliki rumah yang rusak berat, rusak sebagian dan retak.
Warga yang mengungsi di Paci Panda berasal dari Kampung Serae. Saria menyebut warga dari kampung tersebut yang berada di pengungsian mengalami luka-luka akibat gempa. Untuk air bersih, warga masih mengambil dari masjid di sekitar lokasi, sedangkan makanan dimasak secara mandiri oleh masing-masing kepala keluarga.
“Kalau ada kekurangan makanan, kami saling membantu. Kami sudah lima hari di sini. Kami berharap bantuan kebutuhan pokok, terutama makanan, air minum, pampers, susu anak dan selimut,” katanya.
Dengan sekitar 100 warga yang masih bertahan di tenda, bantuan yang datang menjadi sangat berarti bagi pengungsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, terdapat anak-anak dan lansia yang membutuhkan perhatian serta perlengkapan khusus selama berada di pengungsian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....