Update Hari Ke-3 Gempa Flores, 68 Jiwa Meninggal dan 213 Luka-Luka

  • 18 Agt 2026 12:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Hari ketiga penanganan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diwarnai dengan meningkatnya perhatian terhadap keselamatan warga. BNPB melaporkan hingga Senin, 17 Agustus 2026 sore, sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 orang, disusul Manggarai Timur 24 orang, Nagekeo 8 orang, Sikka 4 orang, serta masing-masing 2 orang di Ende, Manggarai Barat dan Ngada. Aktivitas gempa susulan masih cukup tinggi. Berdasarkan catatan BMKG, hingga hari ketiga telah terjadi 1.576 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,3.

Sebanyak 19 gempa tercatat berkekuatan di atas Magnitudo 5, sementara 54 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat. Plt. Kepala Pusdatinkomben BNPB Berton Panjaitan mengatakan aktivitas kegempaan masih fluktuatif dan pola peluruhannya belum terlihat jelas. Kondisi diperkirakan mulai stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Guncangan gempa juga menyebabkan kerusakan besar pada rumah warga dan fasilitas umum di tujuh kabupaten terdampak. Kabupaten Ngada mencatat kerusakan rumah paling tinggi, mencapai 1.796 unit, ditambah puluhan fasilitas pendidikan, kantor pemerintah, fasilitas kesehatan dan rumah ibadah.

Di Manggarai, tercatat 761 rumah rusak ringan, 76 rusak sedang dan 147 rusak berat. Sementara Manggarai Barat mengalami kerusakan 481 rumah ringan, 202 sedang dan 231 berat, serta dua hotel. Di Ende, sebanyak 108 rumah rusak ringan, 85 sedang dan 268 berat, selain lima titik ruas jalan yang terdampak.

Penanganan darurat terus diperkuat dengan pengerahan Basarnas, TNI, Polri dan berbagai instansi terkait. Sebanyak 1.467 personel gabungan dikerahkan di wilayah terdampak, sementara Kementerian Kesehatan mengirimkan dua rumah sakit lapangan ke Ruteng, Manggarai, dan Nagekeo.

Dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ditempatkan di Sikka dan Ende, dua tim Emergency Medical Team (EMT) dikerahkan, serta sembilan titik Health Emergency Operation Center (HEOC) diaktifkan. Pemerintah juga telah menyiapkan 882 tenda yang terdiri dari 215 tenda pengungsi dan 667 tenda keluarga.

Dukungan logistik dan pemulihan infrastruktur juga terus bergerak. Bantuan sembako dari Presiden telah diterima, sementara PLN melaporkan 99,4 persen atau sekitar 564.065 pelanggan telah kembali menikmati listrik. Jaringan komunikasi Telkomsel di sebagian besar wilayah terdampak juga telah pulih, meski perbaikan masih dilakukan di Manggarai Timur dan Manggarai.

Untuk mempercepat distribusi bantuan, pemerintah mengerahkan 10 unit alutsista udara, 27 truk BNPB dan satu KRI. Satgas kabupaten serta Posko Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Maumere juga telah dibentuk untuk memperkuat koordinasi penanganan dan mempercepat pemulihan masyarakat NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....