BNPB Perkuat Distribusi Logistik Pascagempa NTT, Korban Meninggal Capai 54 Orang

  • 17 Agt 2026 10:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan darurat pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin 17 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 54 orang.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, distribusi bantuan logistik terus dilakukan ke wilayah terdampak. Untuk Kabupaten Manggarai, sebanyak 1.000 paket sembako telah masuk pada Minggu 16 Agustus 2026 malam.

Sementara itu, penanganan untuk Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo dikoordinasikan melalui posko yang berada di Maumere. BNPB juga telah menyiapkan armada transportasi darat, laut, dan udara untuk mendukung distribusi bantuan serta evakuasi korban.

“Untuk udara, di Labuan Bajo ada enam pesawat, kemudian di Maumere ada lima pesawat. Angkutan darat di Labuan Bajo sudah ada delapan truk besar, di Maumere juga ada truk besar,” ujar Suharyanto usai mengikuti upacara HUT RI ke-81 di Lapangan Langke Rembong, Ruteng, Manggarai, NTT.

Selain itu, dukungan transportasi laut berasal dari TNI Angkatan Laut dan PT PELNI. Kapal feri juga dikerahkan untuk membawa logistik menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka. BNPB memastikan dukungan armada akan terus diperkuat seiring dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Suharyanto mengakui penanganan bencana belum sepenuhnya berjalan maksimal. Namun, pemerintah memastikan kondisi di wilayah terdampak akan terus membaik seiring dengan bertambahnya dukungan dan waktu penanganan.

Terkait pendataan kerusakan, pemerintah daerah diminta segera mendata rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat. Pendataan tersebut menjadi prioritas utama sebelum dilakukan perbaikan terhadap infrastruktur lainnya.

“Rumah masyarakat ini yang menjadi prioritas pertama. Tidak perlu menunggu sampai lengkap karena itu membutuhkan waktu. Sedapatnya, dan itu memang sudah by name by address, segera dilaporkan secara berjenjang,” ungkapnya.

Menurutnya, pola tersebut diterapkan agar rumah warga yang telah terdata dapat segera diperbaiki tanpa harus menunggu seluruh proses pendataan selesai. Sementara itu, fasilitas umum seperti kantor pemerintahan akan menjadi prioritas berikutnya.

BNPB juga masih melakukan pencarian dan pendataan terhadap kemungkinan korban tambahan. Suharyanto mengatakan, penambahan korban masih dimungkinkan karena proses pendataan di sejumlah wilayah terdampak terus berlangsung.

“Memang tiap hari ada penambahan. Kemarin ada penambahan di Manggarai Timur. Kami belum bisa memastikan apakah masih ada atau tidak, tetapi kita akan cari terus,” ujarnya.

Untuk wilayah Flores, sejauh ini belum ada laporan mengenai warga yang terjebak selama beberapa hari tanpa diketahui keberadaannya. Namun, pemerintah terus melakukan pemantauan, termasuk ke Pulau Palue yang sebelumnya telah didatangi Bupati Sikka.

Pemerintah juga menyiapkan evakuasi melalui jalur udara bagi warga yang membutuhkan penanganan medis. Suharyanto menyebut Menteri Kesehatan telah meminta agar helikopter dapat diterbangkan ke wilayah tersebut untuk mengevakuasi pasien yang membutuhkan pertolongan.

“Kita akan intervensi, apakah di sana ada korban. Yang jelas memang ada yang harus dievakuasi menggunakan udara,” ucapnya.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan korban, kebutuhan logistik, serta proses evakuasi di wilayah terdampak gempa bumi NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....