Pasien RSUD Ende Dipindahkan, Penerbangan Dibatalkan Akibat Gempa
- 16 Agt 2026 12:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Situasi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, berangsur lebih kondusif setelah gempa bumi kuat yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Di RSUD Ende, pada Sabtu malam sekitar pukul 20.00 WITA, sejumlah pasien rawat inap dipindahkan dari ruangan menuju selasar rumah sakit.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap gempa susulan yang masih terus terjadi sekaligus memudahkan proses evakuasi jika kembali terjadi guncangan. Para tenaga kesehatan tetap berjibaku memberikan pelayanan kepada pasien di tengah situasi tersebut. Mereka terus menjalankan tugas medis dengan tetap meningkatkan kewaspadaan. Saat gempa susulan terjadi, petugas bersama pasien harus bersiap keluar dari ruangan untuk menghindari risiko bangunan.
Salah seorang petugas Laboratorium pada RSUD Ende, Aven mengakui bahwa pelayanan tetap dilaksanakan sesuai prosedur,namun tetap dengan kewaspadaan akan keselamatan diri dan pasien. " Kami masih tetap siaga, dan jika ada pemeriksaan laboratorium kami layani, namun jika terjadi gempa kami hentikan sementara untuk keluar menyelamatkan diri," ujarnya.
Untuk memperkuat fasilitas pelayanan darurat, RSUD Ende juga menambah satu unit tenda darurat pada Sabtu malam. Tenda tersebut didirikan di halaman depan IGD RSUD Ende. Penambahan ini melengkapi dua tenda darurat yang telah berdiri sejak Sabtu siang. Kedua tenda tersebut digunakan untuk menangani dan menampung pasien gawat darurat serta pasien bersalin.
Sementara itu, aktivitas transportasi udara di Ende juga terdampak. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Ende dibatalkan sebagai dampak dari gempa yang terjadi sehari sebelumnya. Pembatalan penerbangan dilakukan sebagai bagian dari pertimbangan keselamatan dan kondisi pascagempa.
Meskipun situasi mulai kondusif, masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG terkait perkembangan gempa susulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....