Fasilitas Publik dan Transportasi Kembali Normal Pascagempa di Labuan Bajo

  • 15 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, memastikan kondisi fasilitas umum dan transportasi di Labuan Bajo kembali berjalan normal setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026 pagi. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Edistasius Endi saat memberikan keterangan pers didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yakni Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres Manggarai Barat, Danlanal Labuan Bajo, perwakilan Dandim 16/30 Manggarai Barat, KSOP Kelas III Labuan Bajo, dan Kepala BMKG.

Ia mengatakan, gempa utama berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut diikuti 169 kali gempa susulan. Saat gempa utama terjadi, sempat terjadi kenaikan muka air laut sekitar 0,3 meter. Menurutnya, kondisi tersebut tidak berpotensi membahayakan.

“Di gempa utama, sempat terjadi meningginya air laut dengan ketinggian 0,3 meter. Ketinggian 0,3 meter itu tidak berpotensi membahayakan,” ujar Edistasius kepada media di Labuan Bajo, Sabtu sore.

Bupati juga memastikan aktivitas di sejumlah fasilitas umum dan pelabuhan kembali normal. Aktivitas di Marina Labuan Bajo dan Multipurpose Wae Kelambu berjalan seperti biasa. Sejak sekitar pukul 10.00 WITA, kapal wisata dan kapal penumpang di perairan Labuan Bajo juga telah diperbolehkan kembali beroperasi berdasarkan hasil koordinasi KSOP dengan BMKG.

“Begitu juga halnya dengan Bandara Udara Komodo. Penerbangan tetap berjalan sesuai dengan jadwal, yang artinya aman dan nyaman,” ungkapnya.

Untuk sektor kesehatan, Bupati bersama Forkopimda meninjau kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo. Sebelumnya, sejumlah pasien sempat dipindahkan dari ruang rawat inap ke tenda sebagai langkah antisipasi. Pasien yang masih mampu melakukan evakuasi mandiri diarahkan kembali ke ruang perawatan, sementara pasien dalam kondisi darurat yang tidak dapat mengevakuasi diri ditempatkan di lantai satu.

“Yang kondisinya dalam situasi emergency dan tidak bisa me-evakuasi diri, itu ada di lantai satu yang selama ini dipergunakan untuk tempat ruang tunggu,” ucapnya.

Terkait dampak gempa, Bupati menyampaikan satu orang meninggal dunia di Desa Golosepang, Kecamatan Boleng, setelah tertimpa lemari. Sementara satu warga lainnya mengalami gegar otak akibat panik saat gempa terjadi dan masih dalam penanganan.

“Atas nama pribadi, atas nama pemerintah daerah, begitu juga rekan-rekan Forkopimda, menyampaikan turut berduka cita atas almarhum yang tadi meninggal bertepatan saat terjadi gempa. Begitu juga halnya korban yang gegar otak, mudah-mudahan cepat pulih,” katanya.

Selain korban jiwa dan luka, kerusakan rumah warga juga masih dalam proses pendataan. Bupati menyebut jumlah rumah yang terdampak sementara mencapai ratusan. Sejumlah fasilitas umum, termasuk Kantor Bupati Manggarai Barat, kantor dinas, dan fasilitas KSOP, juga dilaporkan mengalami keretakan maupun pecah kaca.

Bupati mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Ia juga meminta insan pers bersama pemerintah menyampaikan informasi yang valid dan akurat guna mencegah kepanikan di tengah masyarakat.

“Saya sangat berharap kepada teman-teman pers, mari kita sama-sama memberikan berita yang valid, akurat, serta memberikan ketenangan kepada seluruh masyarakat yang ada di kabupaten ini,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....