Gempa Guncang Flores, Lima Warga Dilaporkan Meninggal
- 15 Agt 2026 12:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang – Gempa bumi kuat mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026 pagi. Data sementara pemerintah daerah mencatat sedikitnya lima warga meninggal dunia, masing-masing dua warga Kabupaten Sikka dan tiga warga Kabupaten Manggarai. Data korban masih terus diperbarui seiring proses evakuasi dan pendataan di lapangan.
Guncangan terjadi sekitar pukul 05.58 WITA ketika sebagian warga masih berada di rumah. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan dan sebagian warga terdampak harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Sebagian korban dilaporkan meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pencarian, evakuasi, serta pendataan terhadap korban luka dan kerusakan fasilitas umum di sejumlah wilayah terdampak.
Gubernur NTT Melkianus Laka Lena bersama Kapolda NTT dan unsur Forkopimda langsung merespons kondisi tersebut. Pemerintah memprioritaskan penyelamatan korban, pendataan kerusakan, pembukaan akses, serta pemulihan jaringan komunikasi dan transportasi antardaerah.
Pemerintah daerah juga meminta seluruh kabupaten terdampak segera memeriksa kondisi masyarakat dan melaporkan perkembangan korban maupun kerusakan kepada pemerintah provinsi. Langkah tersebut dilakukan agar setiap informasi dapat diverifikasi sebelum disampaikan kepada masyarakat.
Gubernur bersama Kapolda NTT dan unsur Forkopimda dijadwalkan meninjau sejumlah wilayah terdampak di Pulau Flores. Mobilisasi melalui jalur udara disiapkan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Peninjauan lapangan diperlukan karena data mengenai korban dan kerusakan masih terus berubah. Pemerintah menegaskan angka korban yang beredar saat ini belum merupakan data final sebelum seluruh wilayah terdampak selesai diperiksa.
Polda NTT juga menjadi salah satu pusat pengendalian dan informasi dalam penanganan bencana gempa Flores. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan komunikasi publik terkoordinasi dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat berasal dari data yang telah diverifikasi.
Pemerintah bersama TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta berbagai instansi terkait terus bergerak menuju wilayah terdampak. Dukungan juga disiapkan oleh Kementerian PUPR, PLN, operator telekomunikasi, Kementerian Sosial, serta sejumlah unsur lainnya.
Peralatan berat diperlukan untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor maupun material bangunan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan PLN dan operator telekomunikasi untuk mempercepat pemulihan listrik serta jaringan komunikasi di wilayah terdampak.
Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan bantuan awal berupa makanan dan beras untuk dikirim ke wilayah yang membutuhkan. Pemerintah juga mengajak pelaku usaha di Flores ikut membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat.
Sementara itu, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai tsunami maupun gempa susulan. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan BNPB serta arahan petugas di lapangan.
Warga juga diminta tetap waspada, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan lokasi yang berpotensi longsor, serta mengutamakan keselamatan selama proses evakuasi berlangsung.
Kemungkinan peningkatan status bencana masih dikaji berdasarkan kondisi lapangan dan hasil peninjauan pemerintah. Pemerintah daerah akan menggunakan hasil asesmen tersebut sebagai dasar menentukan kebutuhan penanganan berikutnya bersama pemerintah pusat.
Hingga saat ini, evakuasi, pencarian korban, pembukaan akses, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi prioritas pemerintah dan seluruh unsur terkait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....