Atlet Difabel Manggarai Barat, Elisius Nong Wakili Indonesia di BSF Asia Singapura
- 05 Agt 2026 17:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Atlet difabel asal Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Elisius Nong berhasil mewakili Indonesia dalam ajang BSF Asia Wheelchair Rugby di Singapura. Keikutsertaan ini menjadi pengalaman internasional pertama bagi atlet binaan Yayasan St. Damian Binongko Labuan Bajo tersebut.
Elisius Nong yang lahir pada 14 Mei 1995 telah menjalani perawatan dan pembinaan olahraga di Yayasan St. Damian Binongko selama kurang lebih tiga tahun. Dari proses latihan tersebut, ia kemudian terpilih menjadi salah satu pemain yang memperkuat Tim Indonesia dalam kompetisi wheelchair rugby tingkat Asia.
Sebelum bertanding di Singapura, Elisius bersama tim menjalani persiapan di Bali. Ia mengaku sempat kesulitan beradaptasi karena baru pertama kali mengikuti pertandingan internasional, termasuk menghadapi kendala komunikasi dengan pelatih yang menggunakan bahasa Inggris.
“Saya pikir langsung turun lapangan, ternyata disuruh latihan dulu. Mereka pakai bahasa Inggris, saya cuma iya-iya saja,” ujar Elisius, saat ditemui Selasa 4 Agustus 2026. Dirinya juga mengaku sempat merasa minder ketika melihat para atlet lain yang memiliki kemampuan dan fisik lebih kuat.
“Saya takut karena lihat mereka badannya besar semua. Awal-awal main saya tidak bisa tangkap bola, teman-teman tertawa, tapi lama-lama saya terbiasa,” katanya. Dalam pertandingan tersebut, Tim Indonesia harus mengakui keunggulan lawan. Indonesia kalah dari Singapura dengan skor 7-0 dan kembali kalah saat menghadapi Timor Leste dengan skor 2-1.
Kendati belum berhasil meraih kemenangan, Elisius mengaku bangga karena mendapat kesempatan pertama kali tampil di luar negeri sekaligus membawa nama Indonesia. “Senang karena bisa keluar negeri. Ini pertama kali saya ke luar negeri,” ungkapnya.
Elisius juga menyampaikan dirinya masih akan terus berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti agenda pertandingan berikutnya yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang, termasuk peluang tampil dalam kompetisi di Jepang. Ia berharap semakin banyak penyandang disabilitas di Manggarai Barat yang tertarik mengikuti olahraga tersebut.
“Saya mau cari teman-teman lagi supaya ikut bermain. Saya suka permainan ini karena kita bisa bergerak,” ungkapnya. Adapun perjalanan Elisius menuju dunia olahraga tidak mudah. Ia mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan formal sejak kecil, serta kemampuan membaca dan menulis dipelajarinya secara mandiri melalui telepon genggam.
“Saya tidak menyangka bisa sampai begini. Harapan saya semoga bisa terus bermain dan suatu saat membawa pulang piala,” katanya. Dalam ajang tersebut, Elisius menjadi salah satu dari lima pemain yang memperkuat Tim Indonesia. Selain dirinya, terdapat satu atlet asal Ruteng dan tiga atlet asal Bali yang tampil dalam kompetisi tersebut.
BSF Asia sendiri merupakan organisasi yang bergerak dalam pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas di kawasan Asia Tenggara, melalui program olahraga inklusif, termasuk wheelchair rugby.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....