Presiden: Teknologi Harus Jadi Solusi Nyata untuk Menjawab Persoalan Bangsa

  • 29 Jun 2026 23:58 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, teknologi memungkinkan pemerintah menerima aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus merespons berbagai permasalahan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center, Minggu, 28 Juni 2026.

Presiden mengungkapkan bahwa berbagai usulan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, menjadi perhatian pemerintah apabila dinilai dapat memberikan solusi bagi kepentingan publik.

"Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok saya segera tindak lanjuti. Saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kita harus berani mengakui kesulitan dan bekerja keras mencari solusinya," ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, perkembangan teknologi telah membuka ruang komunikasi yang semakin efektif antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai laporan dari daerah, termasuk wilayah terpencil, kini dapat diterima secara langsung melalui platform digital sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat.

"Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat," katanya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga memiliki potensi risiko apabila tidak dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Ia mencontohkan teknologi nuklir yang dapat memberikan manfaat besar bagi sektor energi, kesehatan, dan pertanian, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman apabila disalahgunakan.

"Teknologi belum tentu selalu positif bagi manusia. Nuklir bisa membantu manusia, tetapi juga bisa menghabiskan peradaban manusia," ujarnya.

Presiden juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), termasuk kemunculan agent AI yang dinilai akan membawa tantangan baru bagi berbagai sektor kehidupan.

Karena itu, Presiden mendorong kalangan akademisi, khususnya para guru besar dan profesor, untuk terus mendalami perkembangan teknologi tersebut agar Indonesia mampu memanfaatkannya secara optimal sekaligus mengantisipasi dampak negatifnya.

"Sekarang juara catur saja kalah sama mesin. Mesin bisa membuat karya-karya luar biasa. Ini yang harus didalami oleh para guru besar dan profesor," kata Presiden.

Pemerintah berharap pemanfaatan teknologi dan pengembangan kecerdasan buatan dapat menjadi pendorong inovasi nasional sekaligus mempercepat pelayanan publik, tanpa mengabaikan aspek etika, keamanan, dan kepentingan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....