Wapres Gibran Serap Aspirasi Warga Amfoang, Infrastruktur Jadi Sorotan Utama

  • 24 Mei 2026 09:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdialog langsung dengan masyarakat Amfoang, Kabupaten Kupang, Jumat, 22 Mei 2026, guna menyerap berbagai aspirasi terkait infrastruktur dan layanan dasar di wilayah perbatasan tersebut. Dalam kunjungan itu, Wapres didampingi Gubernur NTT, Melki Laka Lena, serta Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dalam dialog bersama warga, Wapres mengaku kunjungan ke Amfoang dilakukan setelah menerima aspirasi mahasiswa terkait kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut saat tiba di Kupang sehari sebelumnya. Ia menyoroti kondisi dua jembatan rusak yang menyebabkan keterisolasian sejumlah desa dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan dan layanan kesehatan.

“Saya mohon maaf sekali, setelah pulang dari sini saya janji akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memberikan solusi terbaik,” ujar Gibran di hadapan masyarakat.

Selain persoalan jalan dan jembatan, warga Amfoang juga menyampaikan berbagai kebutuhan dasar lainnya seperti keterbatasan BBM, belum meratanya listrik dan jaringan internet, akses air bersih, hingga belum optimalnya operasional rumah sakit yang telah dibangun pemerintah. Menanggapi hal ini, Wapres memastikan akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Pertamina dan Kementerian Kesehatan, agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Wapres juga menegaskan bahwa pembangunan nasional saat ini tidak lagi berorientasi Jawa-sentris, melainkan Indonesia-sentris dengan perhatian yang sama bagi daerah perbatasan seperti NTT. Pada kesempatan itu, masyarakat turut menyampaikan harapan terkait pembangunan SPBU, percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyediaan listrik desa, serta perhatian terhadap isu perbatasan Indonesia–Timor Leste yang masih menjadi perhatian warga setempat.

Sementara itu, Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah mengusulkan peningkatan status sejumlah ruas jalan provinsi menjadi jalan nasional dengan total panjang mencapai 1.012,76 kilometer. Selain itu, Pemprov NTT juga mengusulkan pembangunan sejumlah jembatan rusak akibat banjir, di antaranya Jembatan Kapsali, Bipolo, Nunpisa, dan Termanu.

Menutup dialog, Wapres meminta pemerintah daerah terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat agar penanganannya dapat dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah demi mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....