Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Target Serap 150 Ribu Lulusan ke Dunia Kerja
- 29 Jun 2026 23:57 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) 2026 sebagai upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja muda sekaligus menjembatani lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut kini memasuki tahun kedua dengan cakupan peserta yang lebih luas dibanding tahun sebelumnya.
"Salah satu PR pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa, khususnya lulusan S1, bisa langsung mendapatkan pekerjaan dan memperoleh penghasilan setelah menyelesaikan pendidikan," ujar Teddy dalam keterangannya, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, melalui Program Magang Nasional, peserta akan menjalani magang selama enam bulan di perusahaan mitra. Selama mengikuti program, peserta memperoleh uang saku atau gaji berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, menyesuaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi penempatan.
Selain mendapatkan penghasilan, peserta juga akan memperoleh pendampingan dari mentor atau pekerja senior di perusahaan sehingga memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja secara langsung.
"Tahun ini program tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga membuka kesempatan bagi lulusan pendidikan vokasi dan penyandang disabilitas untuk mengikuti Program Magang Nasional," katanya.
Pada penyelenggaraan tahun 2025, Program Magang Nasional diikuti sekitar 100 ribu peserta. Memasuki tahun 2026, pemerintah meningkatkan kuota menjadi 150 ribu peserta yang akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta.
Menurut Teddy, capaian program pada tahun pertama menunjukkan hasil yang positif. Dari 100 ribu peserta yang mengikuti program pada 2025, sekitar 30 persen telah direkrut sebagai pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang. Sementara 30 persen lainnya masih berada dalam proses rekrutmen dan diperkirakan memperoleh pekerjaan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan setelah program berakhir.
"Artinya program ini menjadi jembatan nyata bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja dan memperoleh penghasilan," ujarnya.
Pemerintah berharap peningkatan jumlah peserta dan perusahaan mitra pada PMN 2026 mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, meningkatkan keterampilan kerja generasi muda, sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....