Komisi V DPR RI Tinjau Progres Jalan Lingkar Utara Flores

  • 23 Jul 2026 07:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyambut kedatangan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Rabu, 22 Juli 2026. Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI, H. Andi Iwan Darmawan Aras, bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw dan sekitar 12 anggota dewan.

Tiba Labuan Bajo, rombongan langsung meninjau pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores sebagai bagian dari pengawasan terhadap proyek infrastruktur strategis nasional di NTT. Turut hadir Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi serta mitra kerja Komisi V DPR RI.

Jalan Lingkar Utara Flores merupakan proyek strategis yang dikoordinasikan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. Ruas jalan ini diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Reo dengan Labuan Bajo melalui ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi.

Selain memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Flores, infrastruktur tersebut juga akan mendukung akses menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Terminal Tipe A Waeklambu, dan Pelabuhan Pengumpan Reo sehingga mampu memperlancar arus wisatawan, logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Wakil Gubernur Johni Asadoma mengapresiasi perhatian Komisi V DPR RI beserta kementerian dan lembaga terkait yang meninjau langsung progres pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di NTT. Sejak 2015, Direktorat Jenderal Bina Marga telah menangani ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi sepanjang 78,55 kilometer dengan total investasi sekitar Rp165,43 miliar.

Kami mengapresiasi perhatian Komisi V DPR RI beserta kementerian dan lembaga terkait yang telah meninjau langsung progres pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores. Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur," ujar Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto, menjelaskan total panjang Jalan Lingkar Utara Flores mencapai 141,291 kilometer. Dari total tersebut, 53,875 kilometer telah beraspal, 10,776 kilometer telah ditingkatkan, 43,515 kilometer masih berupa jalan tanah, dan 33,125 kilometer belum tembus.

Masih terdapat 87,416 kilometer yang memerlukan pengaspalan dengan kebutuhan anggaran pembangunan fisik diperkirakan mencapai Rp1,079 triliun. Penyelesaian proyek direncanakan bertahap mulai 2027 hingga 2031, termasuk pembangunan sejumlah jembatan untuk memastikan konektivitas jalur berjalan optimal.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI, H. Andi Iwan Darmawan Aras, menegaskan bahwa percepatan pembangunan sangat bergantung pada kesiapan lahan. Ia meminta pemerintah daerah memastikan seluruh persoalan pembebasan lahan telah clear and clean agar pembangunan tidak lagi terkendala dan anggaran dapat segera direalisasikan.

Usai peninjauan lapangan, rombongan melanjutkan agenda ke Kantor Bupati Manggarai Barat untuk menggelar pertemuan bersama Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta mitra kerja Komisi V DPR RI guna memperkuat koordinasi percepatan penyelesaian Jalan Lingkar Utara Flores.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....