Menko Pangan Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik Jadi 120 di 2027
- 30 Jul 2026 22:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat menjadi 120 pada 2027 melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memperkuat daya tawar hasil tangkapan.
Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, Kamis 30 Juli 2026.
Menurut Zulkifli, selama ini nelayan merupakan kelompok dengan nilai tukar terendah dibandingkan sektor pangan lainnya. Saat ini, nilai tukar nelayan berada di angka sekitar 103, sementara nilai tukar petani padi telah mencapai 127.
“Nelayan kita sepanjang Indonesia merdeka nilai tukarnya paling rendah. Tahun ini hingga 2027 kami usahakan naik menjadi 120,” kata Zulkifli.
Lebih lanjut, kata Zulkifli rendahnya kesejahteraan nelayan bukan karena minimnya hasil tangkapan, melainkan lemahnya posisi tawar saat menjual ikan. Tanpa fasilitas penyimpanan, nelayan kerap terpaksa menjual hasil tangkapannya kepada tengkulak dengan harga murah agar ikan tidak membusuk.
Guna mengatasi persoalan tersebut, pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi balai lelang ikan, pabrik es, cold storage berkapasitas sekitar 10 ton, ruang pembekuan, koperasi nelayan, hingga fasilitas tambat perahu.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan nelayan menyimpan hasil tangkapan ketika harga ikan sedang rendah. Dengan demikian, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan kepada tengkulak dengan harga di bawah pasar.
“Kalau harga murah, nelayan tidak perlu menjual. Ikan bisa disimpan di cold storage atau dibekukan. Koperasi Nelayan Merah Putih juga bisa membeli hasil tangkapan sehingga nelayan memiliki daya tawar yang lebih tinggi,” ujarnya.
Zulkifli mengatakan, koperasi nelayan nantinya akan menyalurkan hasil tangkapan ke berbagai pasar, termasuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Skema tersebut menjadi bagian dari sistem ekonomi tertutup (closed loop economy) yang dikembangkan pemerintah untuk memastikan hasil tangkapan nelayan terserap dengan harga yang layak.
Pihaknya optimistis peningkatan kesejahteraan nelayan akan berdampak pada peningkatan produktivitas sektor perikanan nasional. Dengan pendapatan yang lebih baik, nelayan dapat memiliki kapal yang lebih besar, melaut lebih jauh, serta berkontribusi menjaga potensi sumber daya ikan Indonesia.
Adapun Zulkifli juga menyebut, pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih hingga akhir 2026. Program tersebut akan terus diperluas dengan target mencapai sekitar 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....