Keluarga Jadi Kunci Perlindungan Anak Digital

  • 30 Apr 2026 19:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Tingginya penggunaan gawai dan media sosial di tengah masyarakat berdampak pada menurunnya kualitas interaksi dalam keluarga. Fenomena ini dikenal sebagai absent presence, yakni kondisi ketika anggota keluarga hadir secara fisik, namun tidak terhubung secara emosional.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai risiko di dunia digital, mulai dari eksploitasi online, kebocoran data pribadi, hingga tekanan psikologis seperti cyberbullying.

Dalam situasi ini, peran keluarga dinilai sangat penting. Orang tua tidak cukup hanya menjadi pengawas, tetapi perlu hadir secara utuh dalam kehidupan anak.

Keluarga diharapkan mampu menjadi pelindung dari risiko digital, penjaga privasi dan keamanan data, sekaligus pendukung emosional bagi anak. Selain itu, orang tua juga berperan sebagai pendidik dalam mengajarkan penggunaan teknologi secara bijak dan produktif.

Penguatan literasi digital di lingkungan keluarga juga menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran anak terhadap keamanan di dunia maya.

Kehadiran orang tua yang aktif dan terhubung secara emosional dinilai menjadi kunci utama dalam membentuk anak yang aman, kuat, dan bijak menghadapi perkembangan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....