Kementrian Kehutanan Dorong Konservasi Ex Situ Komodo di Flores

  • 24 Apr 2026 17:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) RI, Rohmat Marzuki, mendorong pengembangan konservasi ex situ komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo sebagai langkah strategis menjaga kelestarian satwa endemik sekaligus membuka alternatif destinasi wisata baru di Flores.

Menurut Rohmat, selama ini Komodo hanya dikenal hidup di dalam kawasan TN Komodo. Padahal, tekanan kunjungan wisata yang terus meningkat perlu diimbangi dengan upaya penyebaran habitat dan penguatan konservasi di luar kawasan utama.

“Ke depan, kami mendorong pengembangan konservasi ex situ komodo di daratan Flores sebagai alternatif, sehingga tidak seluruh tekanan terpusat di TN Komodo,” ujarnya, dalam pertemuan bersama asosiasi dan pelaku pariwisata dan Komisi IV DPR RI di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 24 April 2026.

Salah satu lokasi yang telah memiliki populasi komodo adalah Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau Riung, yang saat ini tercatat memiliki sekitar 100 ekor komodo. Namun demikian, pemerintah menilai masih diperlukan kajian lanjutan, terutama terkait ketersediaan pakan alami dan daya dukung habitat.

Selain Riung, pemerintah juga melirik kawasan Golo Mori yang dinilai memiliki potensi pengembangan konservasi berbasis wisata. Kawasan ini telah didukung infrastruktur dasar dan memiliki indikasi keberadaan komodo di sekitarnya.

Tak hanya itu, Pulau Longos di Manggarai Barat juga akan dikaji sebagai lokasi potensial pengembangan konservasi komodo di luar kawasan TN Komodo. Upaya ini sejalan dengan strategi jangka panjang pemerintah dalam memperluas habitat komodo sekaligus mengurangi tekanan ekologis di kawasan inti.

Lebih lanjut Rohmat menegaskan, pengembangan konservasi ex situ bukan hanya soal memperbanyak lokasi komodo, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

“Ini bukan sekadar alternatif wisata, tetapi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan populasi komodo dan ekosistemnya,” katanya.

Dirinya menambahkan, pengembangan ini membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha pariwisata agar dapat berjalan berkelanjutan.

Adapun dengan adanya konservasi ex situ, diharapkan wisatawan tidak hanya terpusat di TN Komodo, tetapi juga tersebar ke berbagai destinasi lain di Flores. Langkah ini dinilai dapat menjaga kelestarian kawasan konservasi utama sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....