Pulau Padar Jadi Sorotan, Menhut Sebut Kondisi saat Liburan Seperti Pasar
- 14 Apr 2026 20:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyoroti tingginya kepadatan wisatawan di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dinilai telah melampaui batas kenyamanan dan daya dukung kawasan.
Menurutnya, pengalaman langsungnya saat mengunjungi Pulau Padar pada puncak musim liburan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, di mana jumlah wisatawan membludak hingga mengganggu kualitas wisata dan kelestarian lingkungan.
“Saya pernah ke Pulau Padar sendiri ketika puncak libur, itu benar-benar seperti pasar. Penuh sepenuh-penuhnya, seperti orang antre di mal atau di pasar,” kata Raja Juli Antoni dikutip dari postingan Instagram -nya , saat Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa 14 April 2026.
Dirinya menilai, kepadatan berlebih tidak hanya mengurangi pengalaman menikmati keindahan alam, tetapi juga menimbulkan persoalan keamanan dan kebersihan di kawasan wisata unggulan tersebut.
“Keindahannya tidak bisa dinikmati, keamanannya luar biasa bahayanya, sampah di mana-mana,” ujarnya.
Raja Juli menegaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mengambil kebijakan pembatasan kuota wisatawan di Taman Nasional Komodo. Kebijakan itu, kata dia, bertujuan mencegah over tourism yang dapat merusak ekosistem kawasan konservasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, keputusan pembatasan kuota wisata merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengelolaan taman nasional dilakukan secara serius dengan mengedepankan prinsip ekowisata berkelanjutan.
“Menyeimbangkan antara ekologi dan ekonomi adalah gagasan besar. Kawasan ini harus dijaga agar tetap lestari, tetapi juga tetap memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemerintah berharap langkah pengendalian jumlah kunjungan wisatawan dapat menjaga kualitas destinasi wisata di TN Komodo, termasuk Pulau Padar, agar tetap menjadi daya tarik unggulan tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....