Program Vokasi Nasional 2026 Dibuka Gratis Kuota 70 Ribu

  • 28 Feb 2026 22:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 guna memperkuat kompetensi, produktivitas, serta karakter kerja masyarakat. Program ini menyasar pencari kerja maupun calon wirausaha yang ingin meningkatkan daya saingnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan seluruh tahapan pelatihan dibiayai pemerintah. Ia menekankan pendekatan link and match agar materi pelatihan terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Dengan konsep tersebut, lulusan pelatihan diharapkan siap kerja dan mampu menjawab tuntutan pasar,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jumat 27 Februari 2026.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menambahkan bahwa pada Batch 1 tersedia 20 ribu kursi pelatihan. Sepanjang 2026, program ini akan digelar dalam tiga tahap dengan total penerima manfaat lebih dari 70 ribu orang.

Pelaksanaan pelatihan dilakukan serentak di 21 UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di berbagai daerah. Peserta yang dapat mendaftar minimal berusia 17 tahun dan telah memiliki akun di platform SIAPkerja.

Untuk tahap pertama, prioritas diberikan kepada lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023 hingga 2025. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja muda yang baru memasuki pasar kerja.

Pendaftaran Batch 1 berlangsung melalui laman skillhub.kemnaker.go.id pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Proses seleksi dijadwalkan pada 9–15 Maret 2026, pengumuman hasil 16 Maret 2026, dan pelatihan dimulai 1 April 2026.

Pilihan kejuruan yang ditawarkan mencakup teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, serta konstruksi. Materi pelatihan meliputi Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, keamanan siber, pemasaran digital, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

Selain pelatihan tanpa biaya, peserta mendapatkan makan siang, bantuan transportasi, serta perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian melalui BPJS Ketenagakerjaan. Peserta juga memperoleh sertifikat pelatihan dari BPVP dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta fasilitas asrama sesuai ketentuan dan ketersediaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....