KPPN Ende Salurkan TKD Rp1,38 Triliun hingga Semester I 2026

  • 16 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) di wilayah kerja KPPN Ende hingga akhir Semester I Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp1,38 triliun atau 56,14 persen dari total pagu Rp2,45 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Ende, Sikka, dan Nagekeo untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Kepala KPPN Ende, Agus Setiawan kepada RRI Kamis 16 Juli 2026, mengatakan realisasi penyaluran TKD pada semester pertama menunjukkan kinerja yang cukup baik. Menurutnya, KPPN Ende akan terus mengawal penyaluran anggaran agar penyerapannya semakin optimal pada semester kedua.

"Sampai dengan akhir semester pertama ini, kita sudah menyalurkan Rp1,38 triliun kepada tiga daerah mitra kerja kita, Kabupaten Ende, Sikka, dan Nagekeo. Ini pencapaian yang cukup baik, dan kita akan terus kawal agar penyerapannya makin optimal di semester kedua," ujar Agus Setiawan.

Dari seluruh komponen TKD, Dana Desa menjadi jenis transfer dengan realisasi tertinggi, yakni Rp159,08 miliar atau 93,03 persen dari total pagu Rp171,01 miliar. Tingginya penyerapan tersebut menunjukkan pemerintah desa semakin cepat merealisasikan program pembangunan, penanganan stunting, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dana Alokasi Umum (DAU) yang menjadi komponen terbesar dalam TKD juga telah tersalurkan sebesar Rp942,06 miliar atau 54,99 persen dari pagu Rp1,71 triliun. Dana tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membiayai belanja pegawai dan penyelenggaraan pelayanan publik.

Di sektor kesehatan, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas telah terealisasi sebesar Rp17,49 miliar atau 36,02 persen dari pagu Rp48,55 miliar. Sementara itu, Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) telah tersalurkan Rp71,21 miliar atau 51,78 persen dari pagu Rp137,53 miliar guna mendukung operasional sekolah.

Adapun Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik lainnya telah mencapai realisasi Rp180,49 miliar atau 50,31 persen dari pagu Rp358,78 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program layanan publik di daerah.

Meski demikian, beberapa komponen transfer masih memerlukan percepatan penyaluran. Dana Bagi Hasil (DBH) baru terealisasi Rp3,05 miliar atau 39,75 persen dari pagu Rp7,67 miliar, sedangkan DAK Fisik baru mencapai Rp2,30 miliar atau 16,32 persen dari pagu Rp14,08 miliar.

Agus menjelaskan realisasi DAK Fisik pada semester pertama umumnya belum optimal karena penyalurannya bergantung pada tahapan pengadaan barang dan jasa serta progres pekerjaan fisik di lapangan. Penyaluran biasanya meningkat pada semester kedua seiring penyelesaian kontrak dan pelaksanaan proyek.

KPPN Ende akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di Kabupaten Ende, Sikka, dan Nagekeo agar penyaluran dana transfer dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat hingga akhir Tahun Anggaran 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....