Dokter Gizi Klinik Bagikan Panduan Diet Realistis Tanpa Menyiksa Diri

  • 06 Okt 2026 09:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Dokter spesialis gizi klinik Karin Wiradarma membagikan panduan diet realistis bagi masyarakat yang ingin menjaga berat badan ideal. Edukasi ini bertujuan untuk meluruskan pemahaman keliru bahwa program penurunan berat badan harus selalu menyiksa.

Salah satu mitos yang paling sering disalahpahami adalah anggapan wajib menghindari makan malam saat menjalani diet. Peningkatan berat badan pada dasarnya ditentukan oleh total kalori harian yang masuk dan porsi makan.

Upaya membatasi asupan gula harian juga bukan berarti menghentikan konsumsi rasa manis secara total setiap hari. Masyarakat masih diperbolehkan menikmati makanan atau minuman manis selama jumlahnya tidak melebihi batas yang disarankan.

Dokter Karin menjelaskan bahwa keberhasilan diet jangka panjang sangat bergantung pada konsistensi dalam mengontrol porsi makan. Jenis asupan seperti gorengan dan makanan tinggi tepung menjadi hidangan utama yang perlu dibatasi porsinya.

Guna menjaga rasa kenyang lebih lama, ia menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan padat daripada jenis makanan cair. Aktivitas mengunyah makanan padat dapat merangsang otak untuk memproduksi sinyal kenyang secara alami dan optimal.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu memprioritaskan makanan utuh (whole foods) dalam menyusun menu harian yang sehat. Pengolahan makanan sederhana seperti mengukus atau merebus jauh lebih disarankan dibandingkan dengan proses penggorengan berulang.

Kebutuhan protein harian perlu dipenuhi secara cukup untuk mempertahankan massa otot dan menjaga metabolisme tubuh tetap tinggi. Sumber protein berkualitas seperti dada ayam, ikan, telur, dan tahu sangat baik untuk dikonsumsi harian.

Asupan serat juga memegang peranan penting dalam melancarkan sistem pencernaan serta mengontrol kadar gula darah setelah makan. Penuhilah serat alami melalui konsumsi pelbagai sayuran segar serta buah-buahan yang kaya nutrisi setiap hari.

Meskipun suplemen serat kini marak dijual, penggunaannya sebaiknya hanya difungsikan sebagai pendukung nutrisi asupan harian. Pemenuhan nutrisi utama dari bahan makanan segar tetap tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh produk suplemen olahan.

Masyarakat diingatkan agar senantiasa menjauhi metode diet ekstrem yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan. Pola makan yang terlalu ketat justru berisiko memicu gangguan metabolisme serta memicu efek penurunan kesehatan tubuh.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa pola makan seimbang dan fleksibel merupakan kunci utama keberhasilan diet berkelanjutan. Menikmati proses dan menjaga konsistensi jauh lebih efektif dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....