Gaya Hidup Remaja dan Pentingnya Tablet Tambah Darah

  • 21 Sep 2026 07:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Tablet tambah darah (TTD) masih penting bagi remaja putri untuk membantu mencegah anemia dan memenuhi kebutuhan zat besi tubuh.

Hal tersebut dibahas dalam program Zona Edukasi RRI SP Labuan Bajo, Senin, 14 September 2026, dengan topik “Gaya Hidup Anak Muda: Masih Pentingkah Tablet Tambah Darah?”

Dokter umum Dr. Ernestin Salma Celalu menjelaskan anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah atau hemoglobin.

“Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan dan membutuhkan zat besi lebih banyak,” jelas Ernestin.

Menurutnya, anemia dapat ditandai dengan kondisi 5L, yaitu letih, lemah, lesu, lunglai, dan lelah.

Remaja yang mengalami anemia juga dapat lebih mudah mengantuk dan mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam menjalankan aktivitas.

Ernestin mengatakan gaya hidup dan pola makan anak muda turut berpengaruh terhadap risiko anemia.

“Kebiasaan mengonsumsi makanan instan atau minuman tinggi gula memang bisa membuat kenyang, tetapi belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan remaja untuk menghindari pola makan tidak teratur dan diet ekstrem yang tidak diimbangi asupan protein serta zat besi.

Menurut Ernestin, konsumsi TTD menjadi salah satu upaya untuk membantu mencegah anemia pada remaja putri.

“Tablet tambah darah penting untuk mencegah anemia, menjaga konsentrasi belajar, dan mendukung kesehatan remaja dalam jangka panjang,” katanya.

Dalam pembahasan tersebut, Ernestin juga menjelaskan cara konsumsi TTD yang perlu diperhatikan. TTD dianjurkan dikonsumsi setelah makan untuk membantu mengurangi risiko mual.

Ia menyebut konsumsi pada malam hari dapat menjadi pilihan bagi remaja yang mengalami rasa mual atau pusing setelah mengonsumsi TTD.

“Jangan minum tablet tambah darah bersamaan dengan teh, kopi, susu, atau cokelat karena dapat menghambat penyerapan zat besi,” jelasnya.

Sebagai gantinya, TTD dapat dikonsumsi dengan air putih atau air jeruk yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.

Selain TTD, kebutuhan zat besi juga dapat dipenuhi melalui makanan bergizi. Sumber hewani antara lain ikan, telur, hati ayam, dan daging.

Sementara sumber nabati dapat diperoleh dari tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Sayuran hijau serta buah seperti jambu biji, jeruk, dan pepaya juga dapat menjadi bagian dari pola makan.

Ernestin mengajak remaja lebih memperhatikan pola makan dan kebutuhan nutrisi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini.

“Pencegahan anemia tidak hanya dengan tablet tambah darah, tetapi juga perlu didukung pola makan yang baik dan bergizi seimbang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....