Dokter Ortopedi Jelaskan Obesitas dan Risiko Nyeri Punggung

  • 16 Sep 2026 22:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Obesitas dapat meningkatkan beban tubuh dan memengaruhi mekanisme kerja tulang belakang. Dokter Adam Moeljono menjelaskan kondisi tersebut dapat memicu keluhan nyeri punggung.

Dokter spesialis ortopedi Adam Moeljono menjelaskan obesitas mengubah posisi titik berat tubuh seseorang. Perubahan tersebut membuat tulang belakang melakukan kompensasi untuk mempertahankan keseimbangan tubuh.

Menurut Adam, perut yang membesar dapat menyebabkan tubuh mengalami hiperlordosis. Kondisi tersebut membuat lengkungan tulang belakang bagian bawah menjadi lebih berlebihan.

Perubahan posisi tubuh kemudian dapat meningkatkan tekanan pada sendi kecil tulang belakang. Sendi tersebut dikenal sebagai faset yang berperan menjaga pergerakan tulang belakang.

Adam menjelaskan tekanan berlebih dapat membuat permukaan sendi faset saling bertabrakan. Kondisi tersebut dapat memunculkan rasa pegal dan nyeri pada bagian punggung.

Ia menyebut keluhan tersebut tidak selalu disebabkan oleh saraf yang terjepit. Menurutnya, sendi faset juga memiliki sensor yang dapat memberikan sinyal nyeri.

Adam mengatakan tubuh memiliki mekanisme untuk memberitahukan adanya tekanan berlebihan. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan munculnya nyeri setelah melakukan aktivitas tertentu.

Ia juga menjelaskan kondisi setiap orang berbeda dalam menerima beban tubuhnya. Sensitivitas terhadap nyeri dan kondisi bantalan sendi juga berbeda setiap individu.

Adam mengingatkan masyarakat memperhatikan ukuran lingkar perut sebagai salah satu indikator. Ia menyebut batas lingkar perut berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Menurut Adam, perubahan berat badan dapat mengurangi beban yang diterima tulang belakang. Namun, keputusan mengubah pola makan tetap perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....