Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Kesehatan yang Perlu Dijaga
- 04 Sep 2026 14:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID,Ende — Bagi sebagian warga yang rumahnya rusak akibat bencana, tenda masih menjadi tempat berlindung. Hari berganti hari, ruang yang seharusnya hanya menjadi tempat tinggal sementara itu berubah menjadi rumah bagi keluarga yang belum memiliki pilihan lain.
Di tengah keterbatasan ruang, panas dan dingin yang silih berganti, serta kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih, persoalan lain perlahan muncul. Kesehatan menjadi salah satu hal yang ikut dipertaruhkan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Sr. M. Ernesta, CIJ, tenaga kesehatan yang bekerja di Klinik St. Martin De Porres, Jalan Diponegoro, Ende. Saat menjalankan pelayanan kesehatan di sejumlah lokasi terdampak bencana, ia melihat langsung bagaimana kondisi tempat tinggal dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.
“Hunian yang tidak layak dalam waktu lama dapat membuat daya tahan tubuh menurun,” ujar Sr. M. Ernesta saat diwawancarai RRI Ende, Senin, 1 September 2026, di Aula PSE Ende, Posko Utama Keuskupan Agung Ende.
Sr. M. Ernesta merupakan bagian dari tim pelayanan kesehatan dalam program Caritas Indonesia yang telah menjangkau sekitar 22 titik pelayanan. Dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tim mendatangi masyarakat yang masih membutuhkan pemeriksaan dan pendampingan kesehatan.
Menurutnya, warga yang rumahnya rusak dan masih bertahan di tenda berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Keterbatasan tempat tinggal yang layak membuat masyarakat lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
Keluhan seperti batuk dan pilek, misalnya, menjadi lebih mudah ditemukan ketika warga harus beraktivitas dan beristirahat dalam kondisi hunian yang terbatas. Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak.
Lebih dari 300 anak di Seminari Mataloko turut mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Sebagian di antaranya mengalami batuk dan pilek setelah beraktivitas serta tidur di tenda.
Bagi anak-anak, tenda bukan sekadar tempat berteduh. Di sana mereka harus tidur, beristirahat, dan menjalani aktivitas sehari-hari dalam ruang yang jauh dari kondisi rumah yang ideal.
Pelayanan kesehatan di lapangan tidak dilakukan sendiri. Tim juga diperkuat oleh tenaga medis dari luar daerah, salah satunya dr. Alvin Chandra, dokter umum dari MEDISAR FKIK Atma Jaya. Koordinasi dilakukan bersama puskesmas dan pemerintah desa di setiap wilayah agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Namun, menjangkau warga di berbagai lokasi bukan perkara mudah.
Tim harus menempuh jalan sempit dan berkelok, melewati medan naik turun untuk mencapai sejumlah titik pelayanan. Bahkan, perjalanan pada malam hari dilakukan agar tim dapat menjangkau wilayah yang cukup jauh dari pusat pelayanan.
Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak tidak kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan pada masa pemulihan.
Bagi Sr. M. Ernesta, persoalan kesehatan warga tidak dapat dipisahkan dari kondisi tempat tinggal mereka. Obat-obatan dan pemeriksaan kesehatan memang penting, tetapi pemulihan tidak akan lengkap jika masyarakat masih harus hidup dalam hunian yang tidak layak.
Karena itu, ia berharap perhatian terhadap warga terdampak tidak berhenti pada bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari. “Untuk pemerintah dan LSM, agar membantu masyarakat bukan hanya memberikan kebutuhan sembako, tetapi juga memberikan perumahan yang layak agar daya tahan tubuh masyarakat tidak menurun sehingga mengakibatkan mereka sakit,” katanya.
Harapan itu menjadi pengingat bahwa pemulihan setelah bencana bukan hanya tentang bagaimana masyarakat mendapatkan makanan dan kebutuhan sehari-hari. Pemulihan juga tentang bagaimana mereka kembali memiliki tempat untuk tidur dengan aman, berlindung dari cuaca, dan menjalani kehidupan dengan lebih sehat.
Sebab, bagi warga yang masih tinggal di tenda, sebuah rumah bukan sekadar bangunan yang berdiri kembali. Rumah adalah bagian penting dari proses untuk memulihkan rasa aman, menjaga kesehatan, dan perlahan mengembalikan kehidupan mereka ke keadaan normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....