Waspada Campak, Imunisasi Jadi Kunci Lindungi Anak
- 04 Sep 2026 12:59 WIB
- Ende
Poin Utama
- Campak masih menjadi penyakit menular yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dicegah dan ditangani dengan tepat.
- Campak disebabkan oleh virus dan memiliki tingkat penularan yang tinggi, sehingga memerlukan strategi pencegahan yang efektif.
- Imunisasi merupakan kunci utama dalam pencegahan campak dan pencegahan komplikasi yang dapat timbul dari penyakit ini.
RRI.CO.ID, Ende - Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai, khususnya pada anak. Penyakit yang kerap dianggap sebagai penyakit anak biasa ini ternyata dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dicegah dan ditangani dengan tepat.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam wawancara RRI bersama dr. Ardanta Dat Topik Tarigan, M.Biomed., Sp.A., Jumat,4 September 2026, dalam pembahasan bertajuk “Campak Bukan Penyakit Biasa: Imunisasi Menjadi Kunci Pencegahan.” Campak disebabkan oleh virus dan memiliki tingkat penularan yang tinggi.
Menurut dr. Topik, gejalanya dapat diawali dengan demam, batuk, pilek, serta mata merah, kemudian diikuti munculnya ruam kemerahan yang biasanya menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kementerian Kesehatan menyebut campak sebagai penyakit yang sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi.
Karena itu lanjut dr. Topik,, masyarakat terutama orang tua perlu mengenali gejalanya dan tidak menganggap campak sebagai penyakit ringan yang dapat dibiarkan begitu saja. Dalamkesempatan itu, dr. Topik menekankan pentingnya langkah pencegahan, terutama melalui imunisasi.
"Imunisasi menjadi salah satu upaya penting untuk memberikan perlindungan kepada anak sekaligus membantu mencegah terjadinya penularan di masyarakat," ujar dr. Topik.
Perhatian terhadap pencegahan campak semakin penting menyusul peningkatan kasus yang terjadi di Indonesia. Ia mengatakan Kementerian Kesehatan mencatat 11.094 kasus campak terkonfirmasi sepanjang 2025.
Data terkini hingga Februari 2026, tercatat 550 kasus. Sehingga pemerintah juga memperkuat surveilans dan mengintensifkan imunisasi campak, terutama di wilayah dengan beban kasus tinggi.
Kementerian Kesehatan juga melaporkan bahwa hingga minggu ke-11 tahun 2026 terdapat 58 Kejadian Luar Biasa atau KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap campak tetap diperlukan.
Menurut dr. Topik, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Status imunisasi perlu diperhatikan dan dilengkapi apabila masih terdapat vaksinasi yang belum diterima.
Selain imunisasi, orang tua juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak. Anak yang mengalami demam disertai ruam, terutama jika disertai batuk, pilek atau mata merah, perlu mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan diagnosis sendiri maupun menganggap campak sebagai penyakit yang pasti akan sembuh tanpa risiko. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi.
Pencegahan campak pada akhirnya bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah perlu bersama-sama meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya imunisasi serta deteksi dini.
Dengan imunisasi yang lengkap dan kewaspadaan terhadap gejala, perlindungan terhadap anak dari risiko campak dapat diperkuat. Imunisasi pun bukan sekadar memenuhi jadwal kesehatan anak, tetapi menjadi investasi penting untuk menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....