Kenali Peran Dokter Bedah dalam Menentukan Penanganan Tumor Payudara

  • 31 Agt 2026 08:47 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Dokter spesialis bedah memiliki peran integral dalam penanganan tumor payudara sejak tahap pemeriksaan awal, bukan hanya pada prosedur operasi.
  • Spesialis bedah bertanggung jawab dalam penentuan diagnosis dan pemilihan pilihan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
  • Informasi mengenai peran dokter bedah dalam penanganan tumor payudara telah disampaikan melalui program edukasi kesehatan RRI Ende yang melibatkan profesional medis RSUD Ende.

RRI.CO.ID, Ende – Peran dokter spesialis bedah dalam penanganan tumor payudara tidak hanya terbatas pada tindakan operasi. Dokter bedah juga berperan sejak tahap pemeriksaan awal, penentuan diagnosis hingga menentukan pilihan tindakan medis sesuai kondisi pasien.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Bedah RSUD Ende, dr. Anselmus Danus Aria, Sp.B, dalam Obrolan Kesehatan Program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende beberapa waktu lalu, dengan topik “Peran Dokter Bedah dalam Penanganan Tumor Payudara”.

Dr. Anselmus menjelaskan, proses penanganan diawali dengan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui riwayat munculnya benjolan, perubahan ukuran serta perkembangan kondisi pasien. Menurutnya, pemeriksaan fisik juga menjadi bagian penting untuk melihat karakteristik benjolan.

Perubahan pada kulit, bentuk benjolan serta batas benjolan menjadi beberapa indikator yang diperhatikan dokter dalam menentukan langkah pemeriksaan berikutnya. “Dokter bedah akan melihat dan memastikan terlebih dahulu apakah benjolan tersebut mengarah ke kondisi jinak atau ganas,” jelas dr. Anselmus.

Setelah pemeriksaan awal, pasien dapat menjalani pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG), mamografi maupun pengambilan sampel jaringan melalui tindakan biopsi. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi tim medis untuk memastikan karakteristik tumor sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Dr. Anselmus menegaskan, keputusan untuk melakukan operasi tidak dilakukan secara sembarangan. Tindakan pembedahan harus mempertimbangkan ukuran tumor, kondisi pasien serta stadium penyakit.

Pada kasus tertentu, dokter dapat melakukan pengangkatan sebagian jaringan payudara atau operasi konservasi. Sementara pada kondisi yang lebih berat, tindakan mastektomi atau pengangkatan seluruh jaringan payudara dapat menjadi pilihan medis.

Pemilihan teknik operasi juga mempertimbangkan keselamatan pasien serta kemungkinan penyebaran sel tumor. Karena itu, semakin dini tumor ditemukan, semakin banyak pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan oleh tim medis.

Selain dokter bedah, penanganan tumor payudara juga membutuhkan kolaborasi dengan dokter spesialis radiologi dan Patologi Anatomi untuk memastikan diagnosis. Pada kasus tertentu, pasien juga membutuhkan penanganan dari dokter spesialis onkologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....