Pola Makan Rendah Serat Jadi Faktor Dominan Radang Usus Buntu di Manggarai Barat
- 11 Jun 2026 18:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pola makan rendah serat menjadi salah satu faktor dominan yang diduga memicu tingginya kasus radang umbai cacing atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai usus buntu di Kabupaten Manggarai Barat.
Dokter Spesialis Bedah RSUD Komodo, dr. Gigih Laksamana, Sp.B., mengatakan sebagian besar pasien radang umbai cacing yang ditangani di rumah sakit tersebut berasal dari kelompok usia produktif, yakni 20 hingga 45 tahun.
“Berdasarkan kasus yang kami tangani, sekitar 60 hingga 70 persen pasien radang umbai cacing berada pada usia produktif,” kata dr. Glen dalam Program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, Senin 8 Juni 2026.
Menurutnya, pola konsumsi masyarakat yang masih didominasi karbohidrat tanpa diimbangi asupan sayur dan buah yang cukup menjadi salah satu penyebab gangguan pada sistem pencernaan.
Ia menjelaskan, kekurangan serat dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras sehingga mengganggu proses pencernaan. Kondisi tersebut berpotensi memicu penyumbatan pada saluran umbai cacing yang kemudian berkembang menjadi peradangan.
“Kebanyakan pola makan kita berbasis karbohidrat. Konsumsi sayur masih kurang, porsinya lebih banyak nasi dibandingkan lauk dan sayurnya,” ungka dr. Gigih.
Selain memengaruhi konsistensi feses, pola makan yang tidak seimbang juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri di dalam saluran pencernaan. Ketidakseimbangan tersebut dapat memicu pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar usus yang pada akhirnya berkontribusi terhadap terjadinya sumbatan pada umbai cacing.
Meski penyebab radang umbai cacing tidak selalu dapat ditentukan secara pasti pada setiap pasien, dr. Gigih menilai penerapan pola makan sehat dengan meningkatkan konsumsi serat merupakan langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan serta tidak mengabaikan gejala nyeri perut yang berlangsung terus-menerus.
“Jangan menunggu sampai kondisi menjadi darurat. Jika nyeri perut tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut,” ujarnya.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pola makan seimbang guna menjaga kesehatan saluran pencernaan serta menekan risiko terjadinya komplikasi akibat radang umbai cacing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....