Takut Makan Nasi Bisa Bikin Pola Makan Tidak Seimbang
- 11 Agt 2026 16:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Pola makan sehat tidak berarti harus menghindari nasi dan protein setiap hari sepenuhnya. Dokter gizi mengingatkan pembatasan berlebihan justru dapat membuat asupan nutrisi menjadi tidak seimbang.
Dokter Putri Sakti menyebut pola makan alami tetap membutuhkan variasi makanan yang cukup. Menurutnya, nasi tetap boleh dikonsumsi selama porsinya sesuai kebutuhan tubuh masing-masing setiap hari.
Variasi sumber karbohidrat juga diperlukan agar pola makan tidak monoton bagi tubuh sehari-hari. Pilihan karbohidrat dapat berupa nasi putih, nasi merah, nasi cokelat, jagung, kentang.
Protein juga perlu tetap tersedia melalui daging, ayam, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Pembatasan protein secara berlebihan dapat membuat tubuh berisiko memiliki massa otot rendah.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan fenomena skinny fat pada sebagian orang kurus. Fenomena skinny fat ditandai komposisi lemak tinggi dan massa otot cenderung rendah.
Dokter Putri menilai pola makan ekstrem juga sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Perubahan pola makan sebaiknya dibuat nyaman agar kebiasaan sehat dapat bertahan lama.
Menurutnya, tujuan makan sehat bukan membuat seseorang takut terhadap makanan tertentu. Porsi dan variasi menjadi perhatian penting ketika seseorang memilih makanan sehari-hari secara konsisten.
Karbohidrat kompleks dapat menjadi pilihan karena memiliki kandungan serat lebih tinggi. Serat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama serta mendukung kontrol gula darah.
Namun, pola makan tetap perlu menggabungkan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral secara seimbang. Dokter Putri juga mengingatkan orang kurus tetap dapat mengalami kekurangan nutrisi tersembunyi.
Kondisi tersebut dapat muncul ketika tubuh kekurangan protein, vitamin, atau mineral tertentu. Karena itu, pola makan sehat perlu menekankan keseimbangan, bukan sekadar membatasi makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....