Duduk Lama Tetap Berisiko Meski Rutin Berolahraga

  • 03 Agt 2026 08:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Duduk dalam waktu lama dinilai tetap meningkatkan risiko gangguan kesehatan meski seseorang rutin berolahraga. Namun, aktivitas fisik berintensitas tinggi disebut membantu mengurangi sebagian dampak kebiasaan tersebut.

Pandangan itu disampaikan saintis kesehatan Felix dalam podcast Suara Berkelas mengenai pola hidup sehat. Ia menjelaskan kebiasaan duduk berjam-jam memengaruhi kondisi metabolisme tubuh secara menyeluruh.

Menurut Felix, seseorang yang duduk terlalu lama berisiko mengalami sindrom metabolik dan pradiabetes. Risiko penyakit jantung, stroke, serta gangguan sendi juga disebut ikut meningkat.

Ia menyarankan pekerja kantoran tidak terus berada dalam posisi duduk sepanjang waktu bekerja. Tubuh sebaiknya digerakkan secara berkala agar sirkulasi darah tetap berjalan baik.

"Setiap dua jam saya berdiri dan berjalan sebentar," ujar Felix saat menjelaskan kebiasaannya bekerja. Ia juga sesekali melakukan latihan jongkok sederhana selama beberapa menit di kantor.

Felix mengatakan olahraga berintensitas tinggi memberikan manfaat lebih besar dibandingkan aktivitas fisik ringan. Latihan tersebut dinilai mampu membantu mengimbangi dampak gaya hidup minim bergerak.

Ia menjelaskan olahraga intens memicu perubahan metabolisme yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kondisi itu membantu menurunkan peradangan kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit.

Selain itu, olahraga disebut merangsang tubuh menghasilkan senyawa yang membantu menekan pertumbuhan sel abnormal. Manfaat tersebut didukung sejumlah penelitian yang mengamati kesehatan metabolik para responden.

Felix mengingatkan olahraga tidak boleh menjadi alasan mempertahankan kebiasaan duduk terlalu lama setiap hari. Aktivitas sederhana seperti berjalan singkat tetap perlu dilakukan secara rutin.

Ia berharap masyarakat mulai membiasakan bergerak di sela pekerjaan untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Kebiasaan kecil tersebut dinilai mampu mengurangi risiko berbagai penyakit metabolik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....