Makanan Ultra Proses Dinilai Picu Normalisasi Penyakit Kronis

  • 03 Agt 2026 08:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Konsumsi makanan ultra proses dinilai semakin mendominasi kehidupan masyarakat hingga memengaruhi meningkatnya penyakit kronis. Kondisi tersebut dianggap membuat berbagai gangguan kesehatan perlahan menjadi sesuatu yang dianggap biasa.

Fenomena itu disampaikan saintis kesehatan Felix dalam podcast Suara Berkelas yang membahas hubungan makanan dengan kesehatan. Ia menilai masyarakat kini hidup di tengah lingkungan yang dipenuhi makanan ultra proses setiap hari.

Menurut Felix, makanan tersebut mudah ditemukan hampir di seluruh pusat perbelanjaan maupun minimarket. Akibatnya, masyarakat semakin sulit menghindari konsumsi makanan yang telah melalui banyak proses industri.

Ia mengatakan obesitas kini semakin sering ditemukan pada berbagai kelompok usia dan lapisan masyarakat. Bahkan, penyakit kronis disebut tidak lagi hanya menjadi persoalan masyarakat perkotaan.

Felix juga menyoroti meningkatnya kasus diabetes tipe dua pada anak serta penyakit autoimun. Kondisi itu dinilai berkaitan dengan perubahan pola makan masyarakat selama beberapa dekade terakhir.

"Kita hidup di lingkungan yang sangat ekstrem karena dikepung makanan ultra proses," ujar Felix. Menurutnya, kondisi tersebut belum sepenuhnya disadari oleh sebagian besar masyarakat.

Ia mengaku melihat langsung perubahan pola konsumsi masyarakat hingga ke wilayah pedesaan. Makanan ultra proses disebut telah menjangkau kampung yang sebelumnya lebih mengandalkan pangan alami.

Felix menilai masyarakat perlu membangun disiplin menjaga pola makan demi mencegah penyakit kronis. Menurutnya, biaya pengobatan sering kali jauh lebih besar dibandingkan biaya menjaga kesehatan.

Ia mengingatkan tubuh hanya dimiliki satu kali sehingga harus dijaga sejak usia muda. Penyakit yang sebenarnya dapat dicegah jangan sampai menguras tabungan keluarga pada masa mendatang.

Felix berharap masyarakat mulai lebih selektif memilih makanan yang dikonsumsi setiap hari. Langkah sederhana itu dinilai membantu menekan risiko berbagai penyakit kronis pada masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....