YKKI NTT Ungkap Alasan Pasien Kanker Datang Saat Stadium Lanjut

  • 31 Jul 2026 15:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap gejala awal kanker menjadi salah satu persoalan yang membuat pasien datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi tersebut disoroti Yayasan Kanker Indonesia Nusa Tenggara Timur (YKKI NTT) berdasarkan pengalaman pendampingan pasien selama beberapa tahun terakhir.

Kepala Cabang YKKI NTT Iswandi mengatakan kepada Pro 1 RRI Ende, Kamis 23 Juli 2026, sebagian pasien yang mereka temui baru mengetahui dirinya menderita kanker setelah kondisi penyakit berkembang. Menurutnya, masyarakat kerap tidak segera memeriksakan diri karena pada tahap awal kanker belum tentu menimbulkan rasa sakit.

Ia menjelaskan, rendahnya deteksi dini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari belum dikenalnya tanda dan gejala awal kanker, keterbatasan akses pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah hingga masih adanya anggapan untuk menunggu penyakit menjadi parah sebelum mencari pertolongan medis. Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memutus keterlambatan penanganan.

Berdasarkan pengalaman YKKI NTT dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan, kanker payudara dan kanker serviks menjadi jenis kanker yang paling sering mereka temui. Sementara informasi mengenai kanker mulut juga ditemukan di sejumlah wilayah, meski YKKI NTT belum melakukan pendampingan langsung di wilayah tersebut.

Iswandi menilai persoalan kanker di NTT tidak cukup dilihat dari sisi pengobatan karena akses layanan masih belum merata. Sebagian besar layanan diagnosis dan terapi kanker terkonsentrasi di kota-kota sehingga pasien dari daerah harus menempuh perjalanan panjang untuk memperoleh layanan lanjutan.

Menurutnya, tantangan juga muncul sebelum pasien masuk ke sistem pelayanan kesehatan karena masih ada masyarakat yang menganggap kanker sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Pemahaman tersebut dapat membuat pasien pasrah atau memilih pengobatan lain terlebih dahulu sebelum memeriksakan kondisi ke fasilitas kesehatan.

Untuk mengubah pola pikir tersebut, YKKI NTT menggunakan pendekatan komunikasi yang sederhana dalam setiap penyuluhan. Iswandi mengatakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat lebih efektif dibandingkan penggunaan istilah medis yang sulit dipahami.

Ia mengajak masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan apabila menemukan perubahan atau kelainan pada tubuh. Deteksi dini, katanya, dapat membuka peluang penanganan yang lebih baik sekaligus mengurangi beban fisik, psikologis dan ekonomi yang harus ditanggung pasien maupun keluarga.

YKKI NTT berharap masyarakat NTT mulai melihat kanker sebagai penyakit yang perlu dikenali dan diperiksa sejak awal, bukan penyakit yang harus ditakuti. Iswandi juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mengenali gejala awal serta melakukan pemeriksaan deteksi dini seperti SADARI sesuai anjuran tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....