Batuk Tak Kunjung Hilang? Dokter Paru Minta Jangan Anggap Sepele

  • 27 Jul 2026 15:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Batuk berkepanjangan setelah merokok atau menggunakan vape tidak boleh dianggap sebagai kondisi biasa. Gejala tersebut dapat menjadi tanda awal gangguan serius pada saluran pernapasan.

Dokter Spesialis Paru Subspesialis Onkologi, dr. Jaka Pradipta, mengatakan batuk bukan merupakan hal yang wajar melainkan gejala peradangan. Pernyataan ini disampaikan dalam podcast Raditya Dika, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurutnya, cairan vape mengandung berbagai zat yang seharusnya tidak masuk ke paru-paru. Tubuh kemudian merespons dengan proses peradangan sebagai bentuk perlindungan alami.

"Awalnya hanya batuk ringan yang tidak berhenti, lalu muncul sesak saat beraktivitas," ujar dr. Jaka.

Ia menjelaskan kondisi tersebut dapat berkembang menjadi bronkitis bila paparan terus berlangsung. Pada sebagian kasus, kerusakan paru bahkan terjadi secara permanen.

Jaka juga mengingatkan adanya cedera paru akut akibat penggunaan vape atau VALI. Kondisi itu dapat berkembang cepat hingga memerlukan bantuan ventilator di rumah sakit.

Selain itu, penggunaan vape berlebihan dapat meningkatkan risiko paru kempis atau pneumotoraks. Kerusakan tersebut terjadi akibat robekan pada jaringan paru yang memerlukan tindakan medis.

"Kalau sudah muncul sesak, segera periksa dan jangan menunggu keluhan semakin berat," katanya.

Ia menilai pemeriksaan sejak muncul gejala akan meningkatkan peluang penanganan lebih cepat. Langkah tersebut juga membantu mencegah kerusakan paru menjadi semakin berat.

Jaka mengimbau masyarakat tidak menormalkan batuk akibat rokok maupun vape. Menjaga paru tetap sehat jauh lebih baik daripada mengobati kerusakan yang sudah terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....