Protokol Isolasi Mandiri Pasien TBC di Rumah

  • 09 Jun 2026 17:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Penanganan pasien Tuberkulosis (TBC) di dalam lingkungan keluarga sering kali memicu kepanikan hingga berujung pada tindakan pengucilan yang keliru. Padahal, kunci utama memutus mata rantai penularan bakteri di area domestik terletak pada pengaturan sirkulasi udara kamar dan penataan etika batuk yang disiplin.

Masyarakat kini diedukasi untuk tidak lagi melakukan diskriminasi berlebihan seperti memisahkan peralatan makan bagi anggota keluarga yang terinfeksi. Bakteri TBC terbukti tidak menular melalui perantara alat makan yang dicuci bersih, melainkan murni menyebar lewat udara saat pasien batuk.

"Masyarakat tidak perlu memisahkan piring atau sendok karena kuman TBC akan langsung mati dengan sabun pencuci piring," ujar dokter spesialis paru RSUD dr. TC Hillers Maumere, dr. Hendra Tanuwijaya, Sp.P kepada RRI Ende dalam acara Indonesia Sehat Jumad, 29 Mei 2026. Kendati demikian, pada masa awal pengobatan, pasien memang disarankan untuk makan secara terpisah guna menghindari percikan droplet.

Protokol isolasi mandiri yang wajib dipatuhi adalah menyediakan kamar tidur tersendiri yang memiliki akses ventilasi udara yang baik. Kamar pasien harus selalu terbuka dan terpapar sinar matahari pagi agar bakteri yang melayang di udara bisa segera mati.

Selain faktor ruang, penanganan limbah biologis pasien seperti dahak juga menjadi indikator krusial dalam mencegah penularan di rumah. Pasien dilarang keras membuang dahak secara sembarangan di sekitar pekarangan rumah karena bisa diterbangkan angin ke mana-mana.

"Kami meminta pasien untuk selalu membuang dahak langsung ke dalam kloset atau dikubur di dalam tanah," tambah dr. Hendra. Langkah sederhana tersebut sangat efektif untuk mengunci pergerakan kuman agar tidak menyebar ke saluran pernapasan penghuni rumah lainnya.

Melalui penerapan protokol isolasi yang humanis dan tepat, pihak medis optimis psikologis pasien akan tetap terjaga selama masa penyembuhan. Dukungan penuh keluarga tanpa stigma negatif menjadi fondasi penting dalam menyukseskan program Indonesia Bebas TBC.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....