Jangan Asal Urut saat Sakit Perut, Dokter Ingatkan Risiko Usus Pecah
- 11 Jun 2026 18:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kebiasaan mengurut atau memijat perut saat mengalami nyeri masih sering dilakukan sebagian masyarakat. Namun, tindakan tersebut dapat memperburuk kondisi pasien dan berisiko menimbulkan komplikasi serius, termasuk pecahnya usus.
Dokter Spesialis Bedah RSUD Komodo, dr. Gigih Laksamana, Sp.B., mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pijatan pada area perut yang sedang mengalami nyeri karena dapat memperparah peradangan yang terjadi di dalam tubuh.
Dalam program Zona Edukasi di RRI Labuan Bajo, Senin 8 Juni 2026, ia menjelaskan bahwa organ-organ di dalam rongga perut, terutama usus, memiliki struktur jaringan yang lembut dan rentan mengalami kerusakan akibat tekanan berlebihan.
“Usus manusia itu sifatnya sangat lembek. Kalau melihat usus kambing atau sapi saat kurban, kurang lebih seperti itu. Karena itu, perut yang sakit jangan pernah dipijat atau diurut,” katanya.
Menurut dr. Gigih, tekanan dari pijatan dapat menyebabkan jaringan usus yang sedang meradang menjadi memar dan memperburuk kondisi yang sudah ada. Pada kasus tertentu, seperti radang usus buntu yang telah disertai infeksi dan pembentukan nanah, pijatan yang terlalu kuat bahkan dapat menyebabkan kebocoran atau pecahnya usus.
Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena cairan infeksi, bakteri, dan kotoran dari usus dapat menyebar ke seluruh rongga perut. Akibatnya, pasien berpotensi mengalami infeksi berat yang membutuhkan tindakan operasi besar, bahkan berulang.
Selain itu, ia juga menyampaikan, sejumlah kasus kegawatdaruratan bedah yang awalnya masih berupa peradangan ringan berkembang menjadi kondisi kritis akibat keterlambatan penanganan medis karena pasien memilih menjalani terapi urut terlebih dahulu.
Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap gejala nyeri perut yang muncul secara mendadak dan berlangsung terus-menerus.
“Kalau nyeri perut sangat hebat, muncul mendadak, dan tidak membaik sampai 24 jam, itu sudah menjadi tanda bahaya yang harus segera diperiksakan,” ungkapnya.
Selain menghindari pijatan, dr. Gigih juga mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi obat pereda nyeri secara sembarangan tanpa anjuran dokter. Menurutnya, obat anti-nyeri dapat menyamarkan gejala sehingga penyakit yang mendasarinya tidak terdeteksi sejak dini.
Ia menyarankan pasien segera memeriksakan diri ke dokter umum atau instalasi gawat darurat terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
“Yang paling penting jangan panik berlebihan, jangan dipijat, dan segera periksakan diri agar bisa mendapatkan penanganan yang optimal,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....