CLBK Pro Dua RRI Ende Bahas Reproduksi Remaja tanpa Tabu
- 19 Mei 2026 08:52 WIB
- Ende
Poin Utama
- CLBK RRI Pro 2 Ende mengangkat tema kesehatan reproduksi remaja NTT.
- Narasumber menghadirkan Vidi Dael dari Komunitas Tenggara NTT melalui Zoom.
- Komunitas Tenggara NTT lahir dari keresahan tingginya stigma kesehatan reproduksi.
- Edukasi kesehatan reproduksi dinilai penting mencegah kekerasan seksual dan risiko HIV.
- Diskusi membahas makna “Tubuhku Tanggung Jawabku” serta pentingnya consent.
- Sejumlah mitos menstruasi diluruskan melalui penjelasan berbasis kesehatan.
- Keluarga dan komunitas resmi menjadi sumber edukasi aman bagi remaja.
RRI.CO.ID, Kupang - Program CLBK di Pro Dua RRI Ende mengangkat tema “Suara Anak Muda NTT Tentang Kesehatan Reproduksi” bagi generasi muda. Siaran tersebut menghadirkan edukator Komunitas Tenggara NTT di Kupang, Vidi Dael, melalui sambungan Zoom interaktif, Jumat 10 April 2026.
Diskusi berlangsung sebagai ruang edukasi bagi anak muda memahami kesehatan reproduksi secara terbuka dan tepat. Vidi menjelaskan komunitas tersebut lahir dari keresahan remaja terhadap rendahnya pemahaman sekaligus kuatnya stigma sosial.
| Baca juga: Olahraga Dinilai Efektif Cegah Judi Online |
Komunitas Tenggara NTT kemudian dibentuk menjadi ruang belajar, berdiskusi, sekaligus menyuarakan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi. Menurut Vidi, memahami kesehatan reproduksi menjadi bagian penting mengenali identitas diri sejak usia muda.
“Ketidaktahuan mengenai tubuh sering menjadi akar persoalan, termasuk kekerasan seksual, pelecehan, hingga meningkatnya kasus HIV,” ujar Vidi Dael. Ia mengatakan pengenalan diri yang kuat diperlukan agar masa depan tidak terdampak keputusan keliru.
| Baca juga: Diagnosis Awal Kunci Tangani Tumor Payudara |
Vidi juga menyoroti makna penting pesan “Tubuhku Tanggung Jawabku” dalam kehidupan generasi muda saat ini. Anak muda didorong memahami perubahan tubuh secara personal serta berani menetapkan batas kenyamanan saat berinteraksi.
Selain membahas kesehatan reproduksi, dialog tersebut meluruskan berbagai mitos menstruasi yang masih berkembang luas. Vidi menjelaskan anggapan minum es saat menstruasi menyebabkan darah membeku tidak memiliki dasar kesehatan.
“Ketika kita menghargai tubuh sendiri dan berani membuat batas aman, orang lain akan belajar menghargainya,” kata Vidi menutup diskusi. Ia menekankan keluarga, figur dewasa terpercaya, serta komunitas resmi menjadi sumber edukasi aman remaja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....