Jangan Asal Minum, Ini Waktu Tepat Konsumsi Omeprazole dan Antasida

  • 06 Mei 2026 12:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Keluhan lambung seperti nyeri ulu hati, perut perih, atau sensasi panas di dada kerap membuat masyarakat langsung mengonsumsi obat maag. Namun, penggunaan obat lambung tidak boleh sembarangan karena setiap jenis memiliki fungsi dan waktu konsumsi yang berbeda.

Dalam program “Zona Edukasi” RRI Labuan Bajo, dokter umum di RS Siloam Labuan Bajo, dr. Eunike Eileen, menyampaikan bahwa obat lambung secara medis terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan cara kerjanya, sehingga penting bagi masyarakat memahami penggunaannya agar pengobatan lebih efektif.

Antasida, seperti Promag atau Mylanta, berfungsi menetralkan asam lambung yang sudah naik. Obat ini cocok diminum saat gejala muncul mendadak, seperti nyeri ulu hati, rasa perih, atau sensasi terbakar di dada. Efeknya bekerja cepat untuk meredakan keluhan.

Sementara itu, golongan obat seperti Omeprazole, Lansoprazole, dan Ranitidine bekerja dengan menekan produksi asam lambung dari sumbernya. Obat ini umumnya dikonsumsi sebelum makan, terutama pada pagi hari, untuk mencegah produksi asam berlebih sepanjang hari.

“Omeprazole dan obat sejenis lebih bersifat pencegahan, bukan untuk serangan mendadak. Jadi, waktu minumnya harus sesuai agar hasilnya optimal,” kata dr. Eunike, Selasa 5 Mei 2026.

Selain itu, Sucralfate digunakan untuk melindungi dinding lambung yang sudah mengalami iritasi atau luka. Obat ini biasanya diberikan pada penderita gastritis kronis atau tukak lambung karena berfungsi sebagai pelapis lambung.

Lebih lanjut, dr. Eunike juga mengatakan bahwa obat-obatan lambung hanya membantu meredakan gejala, bukan menyelesaikan akar masalah jika pola hidup tidak diperbaiki.

“Kalau pemicunya seperti stres, kopi saat perut kosong, atau makanan pedas berlebihan tetap dilakukan, maka keluhan akan terus berulang,” ujarnya.

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk tidak bergantung pada pengobatan mandiri dalam jangka panjang. Jika gejala terus berulang meski sudah mengonsumsi obat, pemeriksaan medis lanjutan seperti endoskopi diperlukan untuk mengetahui kondisi lambung secara menyeluruh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....