Keseimbangan Medis dan Estetika dalam Operasi Tumor Payudara
- 05 Mar 2026 10:12 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Dokter spesialis bedah kini mulai mengedepankan aspek estetika dalam menangani pasien tumor payudara, terutama bagi wanita usia produktif di bawah 40 tahun. Hal ini ditegaskan dr. Anselmus Danus Aria, Sp.B, dalam Obrolan Kesehatan Program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 27 Februari 2026.
Pertimbangan estetika dilakukan melalui teknik Breast Conserving Treatment (BCT) yang mencakup metode nipple sparing atau skin sparing guna mempertahankan puting dan kulit asli. Prosedur ini dapat menjadi pilihan jika benjolan tidak berada tepat di puting dan ukurannya masih berkisar antara tiga hingga lima sentimeter.
Kompleksitas penanganan pascaoperasi konservasi tetap memerlukan kelanjutan modalitas medis seperti radioterapi untuk memastikan pembersihan sel secara lokal di area tumor. Tim medis akan memberikan edukasi menyeluruh karena proses pengobatan ini menuntut komitmen pasien hingga seluruh rangkaian terapi dinyatakan selesai secara tuntas.
Penanganan tumor payudara yang bersifat ganas juga melibatkan terapi regional seperti kemoterapi, terapi target, hingga imunoterapi untuk menjaga kestabilan kondisi tubuh pasien. Kompleksitas inilah yang seringkali membuat pasien merasa ragu atau takut untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sejak tahap awal kemunculan benjolan.
Dr. Anselmus menjelaskan bahwa target utama pada stadium satu hingga tiga adalah kuratif, yakni mengupayakan kesembuhan total dan memperpanjang masa bebas tumor. Namun, jika pasien sudah memasuki stadium empat, tindakan medis akan beralih menjadi paliatif yang hanya berfokus pada peningkatan kualitas hidup semata.
Pada stadium akhir, sel tumor biasanya sudah menyebar ke organ lain sehingga target kesembuhan total menjadi sangat sulit untuk dicapai secara medis. Oleh karena itu, deteksi dini sangat ditekankan agar kondisi pasien tidak jatuh ke tahap penyebaran yang lebih luas dan membahayakan nyawa.
Secara anatomi, organ yang paling rentan terkena dampak penyebaran jika tumor lambat ditangani adalah area dinding dada serta organ paru-paru. Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi sebelum sel tumor merusak jaringan fungsional yang berada di sekitar payudara dan organ vital lainnya di dalam dada.
Layanan spesialis bedah di RSUD Ende berkomitmen memberikan penanganan yang manusiawi dengan menjaga keseimbangan antara keberhasilan medis dan kepercayaan diri pasien pascaoperasi. Segera memeriksakan diri adalah langkah terbaik untuk mempertahankan kesehatan sekaligus kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....