Jangan Abaikan Karang Gigi, Bisa Jadi Kerusakan Jaringan Periodontal
- 09 Jun 2026 10:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada - Penumpukan plak keras atau karang gigi yang melekat erat pada permukaan gigi sering kali diabaikan karena dianggap sekadar masalah estetika biasa. Padahal, kondisi tersebut merupakan bom waktu yang menyimpan jutaan bakteri pemicu kerusakan serius pada jaringan periodontal atau penyangga gigi.
Jika lapisan keras ini terus dibiarkan tanpa penanganan medis, bakteri di dalamnya akan melepas racun yang memicu peradangan hebat pada gusi. Fase ini ditandai dengan gusi yang mendadak mudah berdarah secara spontan, terutama saat penderita sedang menyikat gigi pada pagi dan malam hari.
"Dampak paling fatal jika masyarakat mengabaikan karang gigi adalah hancurnya fondasi pengikat gigi hingga menyebabkan kegoyangan masif," ujar dokter gigi klinik AMC Bajawa, drg. Agustinus Putu Andreastra, SKG, MKM dalam program Indonesia Sehat di Pro 1 RRI, Jumat 5 Juni 2026. Ketika kestabilan fondasi tersebut hilang, gigi pasien akan sangat mudah terlepas dengan sendirinya dari dalam gusi.
Kehilangan banyak gigi akibat infeksi karang gigi ini secara otomatis akan memberikan efek domino yang buruk bagi sistem pencernaan. Lambung terpaksa harus bekerja ekstra keras hingga tiga kali lipat karena menerima pasokan makanan yang langsung ditelan tanpa dikunyah sempurna.
Beban mekanis lambung yang terlampau berat dalam jangka panjang diidentifikasi kuat menjadi pemicu utama menipisnya dinding fundus lambung atau gastritis. Selain memicu penyakit dalam, koloni bakteri pada karang gigi yang membusuk juga memproduksi gas dengan aroma yang sangat menyengat.
"Penumpukan kuman di area jaringan yang rusak tersebut merupakan pemicu utama munculnya halitosis atau bau mulut akut," ujar drg. Andreastra. Efek samping berupa bau mulut ini kerap membuat penderita merasa minder dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
Kondisi infeksi yang kronis dan tidak segera dibersihkan juga berisiko tinggi memicu terbentuknya kantung nanah pada area gusi bagian dalam. Kemunculan nanah ini menandakan bahwa jaringan ikat dan tulang alveolar di sekitar gigi sudah mengalami destruksi yang sangat parah.
Rasa tidak nyaman yang ditimbulkan dari infeksi ini perlahan akan menurunkan produktivitas harian penderita akibat munculnya sensasi linu yang menyiksa. Oleh karena itu, intervensi medis berupa pembersihan karang gigi (scaling) menjadi prosedur wajib yang tidak boleh ditunda lagi.
Prosedur scaling terbukti sangat efektif untuk menghentikan laju invasi bakteri sebelum mereka merusak struktur terdalam dari jaringan penyangga gigi. Melalui kebiasaan kontrol rutin minimal tiga bulan sekali, masyarakat dapat mendeteksi dini keberadaan karang gigi sebelum menimbulkan komplikasi yang meluas.
Langkah preventif yang sederhana dan terjadwal ke fasilitas kesehatan ini menjadi investasi jangka panjang yang sangat bernilai bagi tubuh. Kesadaran untuk membersihkan karang gigi sejak dini
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....