Tips Sehat Pekerja Berat Tetap Bugar saat Berpuasa
- 26 Feb 2026 10:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Menjalankan ibadah puasa bagi pekerja lapangan dengan aktivitas fisik tinggi memerlukan strategi nutrisi dan perlindungan tubuh yang ekstra. Hal ini dibahas secara mendalam dalam Obrolan kesehatan program Indonesia sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 20 Februari 2026, bersama dr. Muhamad Ibrahim Sengaji, MARS.
Dokter yang akrab dipanggil dr. Baim ini tekankan bahwa niat yang kuat harus dibarengi dengan pola sahur yang tepat dengan mengutamakan asupan tinggi protein. Konsumsi lemak baik dan protein saat sahur sangat membantu menjaga ketersediaan energi cadangan bagi para pekerja bangunan hingga buruh panggul.
Penambahan elektrolit alami seperti air kelapa dan buah pisang sangat disarankan untuk menjaga keseimbangan mineral selama bekerja di bawah terik matahari. Jenis asupan ini terbukti mampu menahan rasa lemas lebih lama dibandingkan hanya mengandalkan karbohidrat sederhana yang cepat habis.
Dokter Baim juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri seperti topi untuk meminimalisir paparan sinar matahari langsung yang dapat mempercepat dehidrasi. Para pekerja diharapkan lebih bijak dalam mengatur ritme tubuh agar tidak melakukan gerakan fisik yang tidak perlu selama bertugas.
Istirahat singkat dengan jeda waktu sekitar lima hingga sepuluh menit sangat krusial untuk memulihkan kembali kondisi fisik di sela aktivitas berat. Strategi jeda ini membantu jantung dan sistem pernapasan tetap stabil meskipun asupan air dan makanan sedang dibatasi.
Keseimbangan antara asupan nutrisi berkualitas saat sahur dan manajemen energi di siang hari menjadi faktor penentu keberhasilan puasa bagi pekerja fisik. Dengan pola yang benar, kelelahan ekstrem dapat dihindari sehingga produktivitas kerja tetap terjaga tanpa mengganggu jalannya ibadah selama Ramadan.
Melalui edukasi di Pro 1 RRI Ende ini, diharapkan para pejuang nafkah di lapangan dapat menjalankan kewajiban dengan lebih sehat dan aman. Mari jadikan momentum tahun 2026 sebagai titik balik kesadaran akan pentingnya kolaborasi antara kesehatan medis dan ketaatan beribadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....