Pola Makan Tepat Cegah Risiko Hipoglikemia saat Berpuasa
- 24 Feb 2026 05:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Menjaga kestabilan kadar gula darah menjadi kunci utama agar tubuh tetap aman dan bugar selama menjalankan ibadah puasa. Hal ini mengemuka dalam Obrolan kesehatan program Indonesia sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 20 Februari 2026, bersama dr. Muhamad Ibrahim Sengaji, MARS.
Dokter Baim memperingatkan masyarakat mengenai bahaya hipoglikemia atau kondisi kadar gula darah di bawah angka 70 mg/dL. Kondisi kekurangan gula ini sangat berbahaya karena dapat memicu pusing hebat, keringat dingin, hingga kehilangan kesadaran secara mendadak.
Bagi penderita diabetes militus, konsultasi dengan tenaga medis menjadi kewajiban sebelum memutuskan untuk berpuasa demi keamanan kesehatan. Jika kondisi fisik terasa sangat lemas dan gula darah drop, pasien diperbolehkan bahkan dianjurkan membatalkan puasa.
Memasuki tahun 2026, masyarakat diimbau untuk lebih berpikir kritis dalam mengatur strategi pola makan agar pencernaan tidak kaget. Strategi pertama yang wajib dilakukan saat azan magrib berkumandang adalah meminum air putih untuk menghidrasi tubuh kembali.
Langkah selanjutnya adalah mengonsumsi buah kurma dalam jumlah ganjil atau minuman manis sebagai sumber energi instan yang aman. Pilihan asupan yang manis di awal berbuka berfungsi sebagai perangsang energi sebelum tubuh menerima asupan makanan yang lebih berat.
dokter Baim menegaskan agar masyarakat tidak langsung menyantap makanan porsi besar guna menghindari lonjakan gula darah yang tidak terkontrol. Transisi makanan yang bertahap akan memberikan waktu bagi sistem metabolisme untuk bekerja secara optimal tanpa menimbulkan efek kantuk.
Kedisiplinan dalam mengatur pola makan ini diharapkan dapat membantu warga Ende menjalankan ibadah dengan lebih berkualitas dan sehat. Edukasi kesehatan ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan jiwa harus tetap menjadi prioritas utama dalam beribadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....