Kesalahan Penanganan Mimisan Masih Tinggi di Masyarakat

  • 18 Feb 2026 17:57 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kesalahan penanganan mimisan masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Kebiasaan mendongakkan kepala hingga memasukkan benda tidak steril ke dalam hidung dinilai berisiko memperparah kondisi.

Hal tersebut disampaikan dr. Andi Ratnasari dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo yang membahas penanganan mimisan atau epistaksis.

Menurut dr. Andi, praktik mendongakkan kepala saat mimisan merupakan kekeliruan yang paling sering dilakukan. Cara itu justru membuat darah mengalir ke tenggorokan dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan.

“Kalau kepala didongakkan, darah tidak keluar, tetapi mengalir ke belakang. Itu bisa menyebabkan tersedak, sesak napas, bahkan mual karena darah tertelan,” ujarnya.

Ia menegaskan posisi yang benar adalah duduk tegak dan sedikit menunduk. Selanjutnya, bagian cuping hidung yang lunak ditekan menggunakan ibu jari dan telunjuk selama 5–10 menit tanpa dilepas.

“Penekanan harus konsisten. Jangan ditekan sebentar lalu dilepas, karena pembuluh darah belum sempat berhenti mengalir,” katanya.

Selain posisi tubuh yang salah, penggunaan bahan tradisional tanpa memperhatikan kebersihan juga dinilai berisiko. Ia mengingatkan bahwa memasukkan daun atau benda lain yang tidak steril dapat memicu infeksi pada luka di dalam hidung.

Sebagian besar mimisan, lanjutnya, bersifat ringan dan dipicu faktor sederhana seperti udara kering, kebiasaan mengorek hidung, alergi, atau infeksi ringan. Namun, masyarakat perlu waspada jika perdarahan berlangsung lebih dari 20 menit, terjadi setelah benturan kepala keras, atau muncul berulang dalam waktu singkat.

Melalui edukasi ini, RRI Labuan Bajo mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat agar tidak lagi melakukan penanganan keliru yang berpotensi membahayakan.

“Yang terpenting adalah tetap tenang, posisikan tubuh dengan benar, dan lakukan penekanan. Itu langkah sederhana tetapi sangat efektif,” ujar dr. Andi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....