Edukasi dan Akses Kesehatan Kunci Cegah Komplikasi Diabetes

  • 16 Feb 2026 11:43 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID,Ende - Kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini diabetes masih terbentur pada sikap penyangkalan atau denial terhadap kondisi kesehatan sendiri. Hal ini menjadi pembahasan serius dalam obrolan kesehatan program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 13 Februari 2026.

Banyak pasien cenderung menganggap gejala yang dirasakan sebagai sakit biasa dan menunda pengobatan hingga kondisi memburuk. Padahal, pencegahan komplikasi diabetes jauh lebih krusial dibandingkan mengobati kerusakan organ yang sudah terlanjur terjadi.

Komplikasi akibat diabetes bersifat irreversibel atau tidak dapat diperbaiki kembali seperti sedia kala. Sebagai contoh, jika organ ginjal sudah mengalami kerusakan akibat gula darah, tindakan medis hanya bisa dilakukan untuk mempertahankan fungsinya.

Peran aktif keluarga sangat menentukan dalam memberikan edukasi serta mengingatkan pasien agar rutin melakukan kontrol ke fasilitas kesehatan. Dukungan lingkungan terdekat menjadi benteng utama agar pasien tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa pengobatan.

Tantangan terbesar yang ditemui di wilayah Ende adalah sulitnya akses sebagian masyarakat menuju fasilitas kesehatan. Jarak tempat tinggal yang jauh sering kali menghambat pasien, terutama lansia, untuk mendapatkan pelayanan medis secara berkala.

Obat diabetes merupakan jenis pengobatan yang wajib dikonsumsi setiap hari dan harus diperbaharui resepnya setiap bulan. Keterbatasan akses transportasi dan pendampingan menyebabkan banyak pasien terpaksa mengalami putus obat yang berakibat fatal.

Pasien sering kali merasa sudah sehat kembali saat tidak merasakan gejala meski telah menghentikan konsumsi obat secara sepihak. Padahal, putus obat tanpa pengawasan medis justru membuka celah besar bagi munculnya berbagai komplikasi mematikan.

Edukasi yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakat memahami pentingnya kepatuhan berobat demi kualitas hidup yang lebih baik. Sinergi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan kemudahan akses diharapkan mampu menekan angka putus obat di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....