Katarak Picu 77 Persen Kasus Kebutaan di NTT
- 04 Jun 2026 16:31 WIB
- Ende
Poin Utama
- Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kontribusi mencapai sekitar 77 persen dari total kasus kebutaan.
- Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Mukhlas Muzaki, mengatakan persoalan katarak tidak hanya berdampak pada kesehatan mata
- Paparan sinar matahari dalam jangka panjang ditambah faktor usia menjadi salah satu penyebab tingginya kasus gangguan penglihatan di daerah tersebut.
- Mukhlas berharap operasi katarak dapat menjadi jalan keluar bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan.
RRI.CO.ID, Ende – Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kontribusi mencapai sekitar 77 persen dari total kasus kebutaan. Tingginya angka tersebut mendorong Kementerian Sosial RI memperluas layanan operasi katarak gratis untuk memulihkan kualitas hidup masyarakat, khususnya lansia dan kelompok rentan.
Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Mukhlas Muzaki, mengatakan persoalan katarak tidak hanya berdampak pada kesehatan mata, tetapi juga memengaruhi kemampuan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi sehari-hari. Menurutnya, banyak penderita kehilangan produktivitas karena keterbatasan penglihatan yang semakin memburuk seiring bertambahnya usia.
“Di NTT tingkat kebutaan akibat katarak sangat tinggi, sekitar 77 persen. Karena itu kami hadir melalui bakti sosial operasi katarak ini,” katanya dalam wawancara bersama Pro 1 RRI Ende, Selasa, 2 Juni 2026.
Ia menjelaskan, mayoritas penderita katarak berasal dari kelompok lanjut usia yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan nelayan. Paparan sinar matahari dalam jangka panjang ditambah faktor usia menjadi salah satu penyebab tingginya kasus gangguan penglihatan di daerah tersebut.
Menurut Mukhlas, katarak perlu dipandang sebagai persoalan sosial yang berdampak langsung pada kemandirian masyarakat. “Ketika seseorang mengalami katarak, fungsi sosialnya terganggu karena tidak bisa bekerja, mobilitasnya terbatas, dan bergantung pada bantuan orang lain,” ujarnya.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Kementerian Sosial menggelar operasi katarak gratis di RSUD Ende dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. Program ini menyasar masyarakat kurang mampu agar kembali memperoleh akses terhadap layanan kesehatan mata yang memadai.
Mukhlas berharap operasi katarak dapat menjadi jalan keluar bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan. “Kami ingin mereka bisa melihat kembali sehingga dapat beraktivitas secara normal dan tidak lagi bergantung pada orang lain,” katanya.
Ke depan, Kementerian Sosial berencana memperluas program serupa ke berbagai wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dokter spesialis mata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....