Waspadai Gejala Khas 3C Cegah Penularan Campak Meluas

  • 24 Apr 2026 13:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Masyarakat diminta mewaspadai kemunculan gejala khas "3C" untuk menekan risiko lonjakan kasus campak yang sangat menular melalui udara. Deteksi dini menjadi kunci utama agar pasien segera mendapatkan isolasi dan tidak menularkan virus kepada kelompok rentan di lingkungan sekitar.

Dokter Puskesmas di Labuan Bajo, dr. Fenny Weng menjelaskan bahwa campak berbeda dengan demam biasa karena memiliki tanda fisik yang spesifik. Selain demam tinggi di atas 38 derajat Celcius, penderita biasanya mengalami batuk, pilek, dan mata merah secara bersamaan dengan munculnya ruam kulit.

Pembedaan gejala ini penting agar orang tua tidak menyamakan campak dengan cacar air atau demam berdarah. Campak memiliki sifat penularan yang sangat cepat melalui droplet atau percikan cairan pernapasan saat penderita bersin dan batuk.

"Campak ini punya gejala khas yang namanya 3C, yaitu cough atau batuk, coriza atau flu, dan conjunctivitis atau mata merah," ujar dr. Fenny Weng dalam dialog Zona Edukasi Senin, 6 April 2026 di RRI Labuan Bajo.

Sebagai langkah penanganan, penderita disarankan melakukan isolasi mandiri dan menjaga imunitas tubuh. Pemerintah terus mengimbau warga untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan indikasi gejala tersebut guna mencegah klaster penularan baru di tingkat keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....