Kenali Gejala Dini Diabetes guna Hindari Risiko Komplikasi

  • 16 Feb 2026 09:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Masyarakat diimbau untuk tidak abai terhadap kondisi kesehatan tubuh meskipun merasa baik-baik saja karena diabetes sering kali muncul tanpa disadari. Penjelasan ini mengemuka dalam obrolan kesehatan program Indonesia sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 12 Februari 2026.

Narasumber spesialis penyakit dalam, dr. Iin Alfriani Amran, Sp.PD, menegaskan bahwa deteksi dini sangat mungkin dilakukan bagi mereka yang memiliki faktor risiko tinggi. Faktor risiko tersebut meliputi riwayat keluarga atau keturunan, kondisi obesitas, hingga kadar kolesterol yang berlebih dalam tubuh.

Dokter Iin mengungkapkan bahwa kolesterol berlebih bukan sekadar masalah lemak darah, melainkan salah satu pemicu utama terjadinya diabetes. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak atau gorengan harus lebih waspada terhadap bakat penyakit ini.

Gejala awal yang patut diwaspadai dikenal dengan istilah medis polidipsi, polifagi, dan poliuri yang muncul sebagai tanda peringatan tubuh. Secara sederhana, gejala tersebut ditandai dengan munculnya rasa haus yang ekstrem, rasa lapar yang terus-menerus, serta frekuensi buang air kecil yang meningkat tajam.

Kewaspadaan sejak dini menjadi kunci utama mengingat banyak orang yang baru menyadari penyakitnya setelah gejala tersebut mengganggu aktivitas harian. Jika tanda-tanda tersebut mulai dirasakan, segera lakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kadar gula darah tetap terkendali.

Gaya hidup modern yang minim aktivitas fisik serta pola makan tidak sehat turut mempercepat munculnya bakat diabetes pada seseorang. Peran pemeriksaan rutin menjadi garda terdepan dalam memutus rantai komplikasi yang lebih berat di masa mendatang.

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat Ende lebih jeli memperhatikan perubahan fungsi tubuh dan tidak meremehkan rasa lelah atau haus yang tidak wajar. Pencegahan jauh lebih baik dilakukan sebelum organ pankreas mengalami kerusakan permanen akibat tingginya glukosa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....