Penyidik Periksa 11 Saksi, Polisi Dalami Bentrokan Sengketa Lahan di Boleng

  • 08 Agt 2026 15:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Polres Manggarai Barat terus mendalami kasus bentrokan antar-kelompok warga yang dipicu sengketa lahan di kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng. Hingga Jumat 7 Agustus 2026, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah memeriksa 11 saksi, menerima dua laporan polisi, serta mengamankan sejumlah barang bukti kendaraan.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap fakta hukum secara objektif dengan memeriksa seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Pasca-kejadian di Lengkong Warang, kami menerima dua laporan polisi yang langsung ditindaklanjuti oleh penyidik Satreskrim. Fokus kami memastikan seluruh proses hukum berjalan profesional, objektif, dan tidak memihak,” kata Christian dalam keterangan tertulis, Jumat 7 Agustus 2026.

Dari dua laporan polisi yang diterima, penyidik telah memeriksa tujuh saksi pada laporan pertama dan empat saksi pada laporan kedua. Polisi juga mengamankan dua unit mobil dan tiga sepeda motor sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Selain memeriksa pelapor dan saksi, penyidik telah mengirimkan surat undangan klarifikasi kepada Masyarakat Adat Rareng melalui Pemerintah Desa Tanjung Boleng. Pemeriksaan dijadwalkan dilakukan dalam waktu dekat guna melengkapi keterangan dari kedua belah pihak.

“Setelah seluruh keterangan dan barang bukti terkumpul, kami akan menggelar perkara untuk menentukan apakah unsur pidana telah terpenuhi dan apakah perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ungkapnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya pihak-pihak yang bersengketa, agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Menurutnya, penyelesaian perkara harus diserahkan kepada proses hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Saat ini, situasi di kawasan Lengkong Warang dilaporkan tetap kondusif dan masih dipantau personel Satintelkam serta Bhabinkamtibmas untuk mengantisipasi potensi konflik susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....