Jein, Bocah Asal Manggarai Timur Butuh Bantuan untuk Pengobatan Mata ke Surabaya

  • 06 Agt 2026 07:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur — Maria Jeane Kembo atau Jein (11), warga Kampung Mboeng, Desa Kaju Wanggi, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, membutuhkan bantuan untuk menjalani pengobatan lanjutan di Surabaya setelah mengalami gangguan pada kedua matanya sejak lahir.

Putri pasangan Arnoldus Sono dan istrinya itu lahir pada 13 Mei 2015 dengan keterbatasan penglihatan. Selama bertahun-tahun, Jein harus menjalani hari-harinya dengan rasa sakit pada kedua mata yang tak kunjung membaik.

Pada tahun lalu, Jein sempat menjalani tindakan penyedotan cairan pada kedua bola matanya. Namun, dalam beberapa waktu terakhir kondisinya kembali memburuk. Bahkan, selama sepekan terakhir kedua matanya mengeluarkan nanah dan darah sehingga membuatnya sulit beristirahat pada malam hari.

Ayah Jein, Arnoldus Sono, mengatakan kondisi putrinya semakin mengkhawatirkan karena rasa sakit yang dialami terus berulang.

"Setiap malam dia tidak bisa tidur. Dia terus menangis karena kesakitan. Kami sebagai orang tua hanya bisa ikut menangis. Hati kami hancur melihat anak sekecil ini harus menahan sakit seperti itu," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Jein memerlukan penanganan medis lanjutan di rumah sakit di Surabaya. Apabila kondisinya tidak segera ditangani, salah satu tindakan medis yang kemungkinan dilakukan adalah operasi pengangkatan salah satu bola mata.

Arnoldus berharap putrinya dapat segera memperoleh pengobatan agar terbebas dari rasa sakit yang selama ini dialami.

"Saya tidak meminta banyak. Saya hanya ingin Jein sembuh, bisa tidur nyenyak seperti anak-anak lainnya. Itu sudah menjadi kebahagiaan terbesar bagi kami. Tolong bantu anak kami," ujarnya.

Sehari-hari Arnoldus bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu. Meski keluarganya tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dari Kementerian Sosial, bantuan tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan biaya pengobatan putrinya.

Menurut Arnoldus, rujukan ke Surabaya menjadi harapan untuk kesembuhan Jein, namun biaya perjalanan dan pendampingan selama proses pengobatan menjadi kendala utama.

"Saya hanya petani. Kadang untuk membeli beras saja kami kesulitan. Bagaimana saya bisa membawa anak saya ke Surabaya? Biaya perjalanan, tempat tinggal selama mendampingi, hingga kebutuhan pengobatan tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya.

Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, Arnoldus mengaku akan terus berupaya memperjuangkan pengobatan bagi putrinya.

"Saya pasrah kepada Tuhan, tetapi sebagai seorang ayah saya akan terus berjuang demi kesembuhan anak saya. Saya tidak ingin ia kehilangan kesempatan mendapatkan pengobatan hanya karena kami tidak memiliki biaya," ucapnya.

Untuk mendukung proses pengobatan Jein di Surabaya, keluarga membutuhkan bantuan biaya transportasi dari Manggarai Timur menuju Surabaya, biaya hidup selama pendampingan, serta kebutuhan pengobatan dan medis lain yang belum ditanggung BPJS Kesehatan.

Masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat menyalurkannya melalui rekening Bank BRI Nomor 7644-0102-9241-503 atas nama Arnoldus Sono. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp 0821-4765-2998 atas nama Arnoldus Sono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....