Harmoni Tradisi dan Digitalisasi di Desa Wisata Wae Lolos

  • 20 Jul 2026 11:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Sebuah potret menarik tentang perpaduan tradisi dan kemajuan teknologi tersaji di Desa Wisata Wae Lolos, Kabupaten Manggarai Barat. Di balik kesederhanaan sebuah kantin milik warga yang menjual berbagai komoditas unggulan lokal seperti buah-buahan segar dan vanila berkualitas, geliat transformasi digital mulai terasa nyata dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana hangat khas pedesaan tampak ketika seorang wisatawan asal Spanyol melakukan transaksi pembelian secara digital. Tanpa menggunakan uang tunai, wisatawan tersebut cukup memanfaatkan telepon genggamnya untuk menyelesaikan pembayaran dengan sistem nontunai.

Di sisi lain, pemilik kantin dengan sigap memeriksa notifikasi pada perangkatnya untuk memastikan pembayaran telah berhasil diterima. Pemandangan sederhana namun bermakna ini mencerminkan perubahan positif yang tengah berlangsung di Desa Wisata Wae Lolos.

Ketua Pokdarwis, Robert Perkasa, menjelaskan Digitalisasi kini tidak hanya hadir di kawasan perkotaan, tetapi juga mulai menjangkau desa-desa wisata yang mengandalkan potensi alam, budaya, dan produk lokal sebagai daya tarik utama.

“Kemudahan sistem pembayaran digital memberikan manfaat bagi wisatawan mancanegara maupun pelaku usaha lokal. Wisatawan dapat bertransaksi dengan lebih praktis tanpa harus menyiapkan uang tunai dalam mata uang rupiah, sementara pelaku usaha memperoleh kemudahan dalam pencatatan transaksi serta memperluas akses terhadap sistem ekonomi digital," ujarnya,

Menurut Robert Perkasa, Desa Wisata Wae Lolos sendiri dikenal memiliki kekayaan alam yang masih asri, budaya masyarakat yang tetap terjaga, serta berbagai komoditas unggulan seperti vanila dan hasil pertanian lainnya. Kehadiran teknologi digital tidak mengurangi nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas desa, melainkan menjadi pelengkap dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

Transformasi digital yang mulai diterapkan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing desa wisata di era ekonomi digital. Pemanfaatan pembayaran nontunai diharapkan mampu memberikan rasa aman, cepat, dan nyaman bagi pengunjung, sekaligus mendorong pelaku usaha mikro untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa modernisasi dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya lokal. Kehangatan pelayanan masyarakat Desa Wisata Wae Lolos tetap menjadi daya tarik utama, sementara inovasi digital menjadi jembatan yang mempermudah interaksi antara wisatawan dan masyarakat.

Momen transaksi sederhana antara wisatawan asal Spanyol dan pemilik kantin itu pun menjadi simbol bahwa Desa Wisata Wae Lolos terus berkembang menjadi destinasi yang inklusif, adaptif, dan siap menyambut wisatawan dari berbagai belahan dunia. Harmoni antara tradisi, keramahan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi wajah baru desa wisata yang tidak hanya mempertahankan kearifan lokal, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....