Dijuluki "Orang Gila", Akbar Kelana Tetap Setia pada Misinya

  • 20 Jul 2026 20:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kreator konten sekaligus pejalan kaki asal Jakarta, Akbar Kelana, mengaku konsisten menolak setiap tawaran tumpangan kendaraan selama menjalankan misi berjalan kaki mengelilingi Indonesia. Baginya, keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga integritas perjalanan yang telah dimulai sejak Oktober 2025.

Dalam podcast bersama RRI Ende, Akbar mengatakan dirinya hanya akan menggunakan kendaraan apabila menghadapi kondisi darurat, seperti cedera serius atau keadaan yang mengancam keselamatan.

"Prinsip saya sederhana, kalau misinya berjalan kaki ya harus diselesaikan dengan berjalan kaki. Kendaraan hanya menjadi pilihan terakhir kalau benar-benar darurat," ujar Akbar.

Menurutnya, persiapan fisik yang matang serta penggunaan perlengkapan yang sesuai membuat dirinya mampu menghindari cedera serius selama perjalanan.

Konsistensi itu justru sering mengundang reaksi beragam dari masyarakat. Akbar mengaku kerap ditawari tumpangan oleh sopir truk logistik maupun bus antarkota yang merasa iba melihatnya berjalan sendirian di jalan raya.

"Banyak sopir bilang, 'Naik saja, jauh ini.' Waktu saya tetap menolak, mereka malah geleng-geleng kepala dan bercanda menyebut saya orang gila karena memilih jalan yang susah padahal ada cara yang lebih mudah," katanya sambil tertawa.

Di balik berbagai pengalaman tersebut, Akbar juga mengalami momen yang sempat membuatnya tegang saat melintasi jalur Aimere.

Ia bercerita pernah dihampiri tiga pria bertubuh besar, bertato, dan berboncengan sepeda motor yang berteriak meminta dirinya berhenti. Saat itu, ia mengaku sempat berpikir akan menjadi korban kejahatan.

"Jujur, waktu itu saya sudah pasrah. Saya pikir akan dibegal atau terjadi sesuatu. Tetapi setelah mereka mendekat, ternyata mereka hanya menepuk pundak saya, memberikan makanan dan minuman, lalu mendoakan supaya perjalanan saya lancar," ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama menjelajahi Pulau Flores. Menurut Akbar, penampilan seseorang tidak selalu mencerminkan sifat maupun niatnya.

"Dari situ saya belajar untuk tidak mudah menghakimi orang dari penampilannya. Mereka yang awalnya saya takuti justru menjadi orang yang menunjukkan kepedulian paling tulus," kata Akbar.

Ia menilai perjalanan panjang yang dijalaninya bukan hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga mengajarkan pentingnya menghargai sesama, membangun kepercayaan, dan melihat kebaikan dari berbagai sudut pandang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....