Bertahan di Trotoar Pantai Ndao, Harapan Fatimah untuk Lapak Baru

  • 17 Apr 2026 18:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Di bawah terik matahari pesisir Pantai Ndao, Fatimah Hamzah tetap menata dagangannya di sebuah lapak kecil di pinggir trotoar. Sehari setelah penertiban, ruang usahanya berubah, namun semangatnya untuk bertahan tidak ikut tergeser.

Perempuan yang lahir dan besar di Kampung Ndao ini telah berjualan sejak 2009. Ia meneruskan usaha orang tuanya di lokasi yang selama ini menjadi titik persinggahan bus antar kabupaten.

Bagi Fatimah, lapak di kawasan tersebut bukan sekadar tempat berdagang. Di sanalah sumber utama penghidupan keluarganya bertumpu dari hari ke hari.

Penertiban dan penggusuran yang terjadi membuatnya harus beradaptasi cepat. Ia tetap memilih berjualan, meski kini hanya bermodal lapak sederhana di pinggir jalan.

“Kalau sehari tidak berjualan rasanya setengah mati,” ujarnya.

Penghasilan dari berjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, membiayai pendidikan anak, hingga membayar angsuran harian dan mingguan. Kehilangan lapak berarti ancaman langsung bagi kestabilan ekonomi keluarganya.

Meski terdampak, Fatimah mengaku memahami kebijakan pemerintah. Ia menyadari penertiban dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku.

Namun, ia berharap pemerintah juga memperhatikan nasib pedagang kecil seperti dirinya. Baginya, penertiban seharusnya dibarengi dengan solusi yang konkret.

“Kami mau ikut aturan, tapi kalau bisa siapkan dulu tempat kami supaya bisa jual lagi,” katanya.

Fatimah menegaskan dirinya tidak menolak relokasi. Ia hanya berharap pemerintah segera membangun kembali tempat berjualan yang layak.

Di tengah keterbatasan, ia tetap bertahan dengan harapan sederhana. Sebuah lapak baru, agar roda kehidupan keluarganya bisa terus berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....