Home Visit Polres Manggarai Jangkau Lansia Korban Gempa

  • 24 Agt 2026 19:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Sudah berhari-hari Regina Lalus (68) hanya bisa terbaring lemah di atas tikar. Stroke yang dideritanya kambuh sehari setelah gempa bumi mengguncang Manggarai pada 15 Agustus 2026.

Rumah Regina mengalami kerusakan, sementara listrik sempat padam dan akses menuju layanan kesehatan terbatas. Dalam kondisi tersebut, ia hanya bisa bertahan bersama keluarga di pengungsian mandiri.

“Berhari-hari saya hanya minum air putih dan menahan sakit,” ujar Regina.

Harapan datang ketika tim Sidokkes Polres Manggarai mendatangi tempat pengungsiannya di Desa Ruis, Kecamatan Reok, Senin (24/8/2026). Melalui layanan Home Visit, petugas membawa pelayanan kesehatan dan obat-obatan bagi warga terdampak gempa yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Regina menjadi salah satu warga yang mendapat perhatian tim medis. Selain stroke yang kambuh, ia mengalami cedera pada bagian punggung setelah terkena benturan material bangunan saat gempa terjadi.

Nyeri pada punggung membuat Regina kesulitan bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisinya semakin berat karena akses jalan menuju wilayah tempat tinggalnya sempat rusak dan sulit dilalui pascagempa.

Selama beberapa hari, Regina bersama keluarganya bertahan di posko pengungsian mandiri. Keterbatasan akses membuat pelayanan kesehatan belum dapat menjangkaunya secara langsung.

Personel Sidokkes Polres Manggarai Briptu Martinus Tay Hambandima, S.Kep., Ns., mengatakan kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan Regina setelah mengalami stroke dan cedera punggung.

“Kegiatan Home Visit terhadap warga yang mengalami stroke dan cedera punggung akibat benturan bangunan. Selama ini, Mama Regina hanya bisa berbaring di Posko Mandiri Desa Ruis karena akses jalan menuju lokasi sempat rusak parah,” ujar Martine.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi vital Regina relatif stabil. Tekanan darah tercatat 120/70 mmHg, denyut nadi 102 kali per menit, dan saturasi oksigen 98 persen.

Meski demikian, keluhan nyeri pada bagian punggung masih dirasakan sehingga membutuhkan pemantauan dan penanganan medis lebih lanjut.

Bagi Regina dan keluarganya, kedatangan tim medis Polres Manggarai bukan sekadar pemeriksaan kesehatan. Setelah berhari-hari bertahan dalam keterbatasan, kehadiran petugas menjadi bentuk perhatian sekaligus harapan di tengah situasi pascagempa.

Regina dan keluarga pun menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada jajaran Polres Manggarai yang telah mendatangi langsung tempat pengungsian dan memberikan pelayanan kesehatan.

Martine mengatakan layanan Home Visit menjadi bagian dari upaya Polri memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya kelompok rentan yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

“Kami akan terus menyisir masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan, agar tidak ada warga yang terlewatkan dan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Di tengah kondisi pascagempa yang masih penuh keterbatasan, pelayanan kesehatan dengan mendatangi warga secara langsung menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan. Bagi Regina, kunjungan tersebut menghadirkan kembali harapan setelah berhari-hari hanya bisa terbaring dan menahan sakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....